Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

AS Serang Pembangkit Listrik, Iran Gempur Pangkalan Militer Setelah Kesepakatan Gencata Senjata Berakhir

P
ASAP MENGEPUL: Rekaman video amatir memperlihatkan ledakan di kota pelabuhan utama Iran, Bandar Abbas, akibat serangan AS pada Rabu (8/7). (AFP)
ASAP MENGEPUL: Rekaman video amatir memperlihatkan ledakan di kota pelabuhan utama Iran, Bandar Abbas, akibat serangan AS pada Rabu (8/7). (AFP)

Advertisement

 

TEHERAN – Konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memanas hanya beberapa pekan setelah kedua negara menyepakati penghentian sementara permusuhan. Militer Amerika melancarkan serangan ke sejumlah wilayah strategis Iran setelah Presiden Donald Trump menyatakan kesepakatan gencatan senjata telah berakhir.

Serangan yang berlangsung pada Rabu (8/7) malam waktu setempat menyasar kota pelabuhan Bandar Abbas di Selat Hormuz, Sirik, Provinsi Bushehr yang menjadi lokasi kompleks pembangkit listrik tenaga nuklir Iran, serta Pulau Abu Musa. Komando Pusat Militer Amerika (CENTCOM) menyatakan operasi tersebut dilakukan atas perintah langsung Trump.

Advertisement

Bentrokan Terbesar

Menurut CENTCOM, serangan bertujuan melemahkan kemampuan Iran mengancam kebebasan pelayaran di Selat Hormuz. Langkah itu diambil setelah tiga kapal kargo diserang di jalur pelayaran tersebut sehari sebelumnya, memicu bentrokan terbesar sejak nota kesepahaman penghentian perang diteken pada 17 Juni lalu. Trump menegaskan operasi militer itu merupakan aksi balasan terhadap serangan Iran. "Ini adalah pembalasan atas pengeboman kapal-kapal kemarin oleh Iran. Jika itu terjadi lagi, konsekuensinya akan jauh lebih buruk," tulisnya melalui Truth Social.

Advertisement

Cegat Drone dan Rudal

Iran merespons dengan melancarkan serangan ke pangkalan militer Amerika di Bahrain dan Kuwait sejak Rabu hingga Kamis (9/7). Sirene peringatan berbunyi sedikitnya dua kali di Bahrain yang menjadi markas Armada Kelima Angkatan Laut Amerika. Militer Kuwait juga mengaku mencegat sejumlah drone dan rudal yang mengarah ke wilayahnya.

Guncang Pasar Global

Eskalasi konflik turut mengguncang pasar global. Bursa saham Amerika ditutup melemah, sedangkan harga minyak mentah Brent melonjak lebih dari lima persen hingga mendekati USD 80 per barel akibat kekhawatiran terganggunya pasokan energi dunia. Di sisi lain, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan negaranya tidak akan tunduk pada tekanan Washington. (lyn/gas)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Koran Jawa Pos

Artikel Terkait

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia dan Korea Utara (Korut) hampir menyelesaikan pembangunan jembatan darat pertama yang menghubungkan kedua negara. Infrastruktur tersebut akan menjadi jalur penghubung baru antara Moskow dan Pyongyang melalui....

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Ratusan mantan pejabat militer, intelijen, dan diplomatik Israel mendesak Presiden AS Donald Trump menekan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar segera menghentikan kekerasan yang dilakukan pemukim Israel di....

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Persaingan di pasar kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) mendorong Meta untuk menghadapi tantangan baru, yakni meningkatkan perlindungan privasi pengguna. Kehadiran Apple yang dikabarkan akan mengedepankan....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer