Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Apple-Amazon Bersatu Tantang Starlink

P
ALIANSI: Jaringan satelit Leo milik Amazon akan diperkuat dengan jaringan satelit Globalstar yang 20 persen sahamnya dimiliki Apple.
ALIANSI: Jaringan satelit Leo milik Amazon akan diperkuat dengan jaringan satelit Globalstar yang 20 persen sahamnya dimiliki Apple.

Advertisement

 

NEW YORK – Persaingan global dalam pengembangan internet satelit langsung ke ponsel kian memanas seiring langkah Apple Inc. dan Amazon yang memperkuat kolaborasi strategis mereka. Kerja sama ini diarahkan untuk menantang dominasi SpaceX melalui jaringan Starlink milik Elon Musk.

Dilansir dari The Verge, Amazon menyepakati akuisisi jaringan satelit orbit rendah milik Globalstar senilai 11,57 miliar dolar AS atau sekitar Rp 198,2 triliun (kurs Rp 17.130 per dolar AS). Akuisisi ini mencakup lisensi spektrum, operasional, serta aset perusahaan untuk diintegrasikan dengan jaringan satelit Leo milik Amazon yang sedang dikembangkan.

Advertisement

Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, Amazon mengambil alih kerja sama Globalstar dengan Apple. Perlu diketahui, Apple sebelumnya memiliki sekitar 20 persen saham dan memanfaatkan infrastrukturnya untuk menghadirkan layanan komunikasi darurat berbasis satelit pada perangkatnya.

"Kami akan bekerja sama dengan operator jaringan seluler untuk mewujudkan visi kami sekaligus memperluas konektivitas yang andal dan berkecepatan tinggi kepada pelanggan, di mana pun mereka berada di dunia," kata Amazon dalam pernyataan resmi.

 

Advertisement

Baca Juga: IMF: Ancaman Resesi Global Menguat

 

Konektivitas Fitur iPhone-Apple Watch

Amazon dan Apple juga menandatangani perjanjian baru untuk menghadirkan konektivitas satelit pada fitur iPhone dan Apple Watch saat ini maupun di masa depan. Globalstar saat ini mendukung layanan tersebut pada iPhone 14 ke atas serta Apple Watch Ultra 3. Itu termasuk untuk mengirim pesan ke layanan darurat, menghubungi keluarga dan teman, meminta bantuan di jalan, serta membagikan lokasi pengguna.

Kesenjangan Kapasitas

Di sisi lain, perbandingan kapasitas menunjukkan kesenjangan signifikan. Hingga akhir 2025, SpaceX telah mengoperasikan lebih dari 650 satelit yang dilengkapi kemampuan seluler dari total sekitar 10.000 satelit Starlink. Sementara itu, Globalstar hanya memiliki sekitar 25 satelit aktif di orbit rendah.

Namun, Amazon tidak tinggal diam. Perusahaan milik Jeff Bezos tersebut menyatakan tengah mempercepat peluncuran satelitnya dan menargetkan lebih dari 3.200 satelit dalam jaringan Leo. Saat ini, lebih dari 200 satelit telah mengorbit sebagai fondasi awal ekspansi tersebut.

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Koran Jawa Pos

Artikel Terkait

Mesin Pencari Google Berubah Jadi Otonom, Transisi Terbesar dalam Tiga Dekade

Mesin Pencari Google Berubah Jadi Otonom, Transisi Terbesar dalam Tiga Dekade

Google kembali membuat gebrakan besar. Perusahaan yang didirikan Larry Page dan Sergey Brin itu mengubah mesin pencari Google menjadi sistem akal imitasi (AI) yang otonom (bisa bekerja sendiri). Perubahan ini disebut....

Google Ungkap Serangan Siber AI Berskala Industri

Google Ungkap Serangan Siber AI Berskala Industri

LONDON – Laporan terbaru dari Google mengungkap perubahan drastis dalam situasi keamanan siber global. Dalam waktu hanya tiga bulan, praktik peretasan berbasis akal imitasi (AI) berkembang dari ancaman awal menjadi....

Google Investasikan Rp 690 T ke Anthropic

Google Investasikan Rp 690 T ke Anthropic

Arah persaingan akal imitasi (AI) global kian bergeser ketika Alphabet Inc., induk Google, menyiapkan investasi hingga 40 miliar dolar AS atau hampir Rp 690 triliun ke Anthropic. Investasi ini menunjukkan bahwa...

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer