Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

IMF: Ancaman Resesi Global Menguat

P
IMF
IMF

Advertisement

 

KETEGANGAN di Selat Hormuz makin meningkat setelah Amerika Serikat (AS) memblokade sejumlah pelabuhan di Iran. Meski demikian, sejumlah kapal tanker minyak tetap nekat melintasi selat tersebut. Namun, ada juga yang memilih berbalik arah di tengah tekanan militer.  Data pelacakan maritim yang dilansir Middle East Monitor menunjukkan, kapal tanker Elpis sempat melintasi selat dengan membawa muatan minyak. Kapal yang telah dikenai sanksi AS itu berangkat dari Teluk Oman, mencapai Laut Arab, lalu melambat dan berhenti.

Sebaliknya, tanker Rich Starry berbalik arah tak lama setelah melewati selat. Manuver itu diduga berkaitan dengan kehadiran armada angkatan Laut AS di Laut Arab. "Blokade AS tampaknya masih berlaku," ujar penasihat EOS Marine Martin Kelly, seperti dikutip Seatrade Maritime.

Advertisement

Data Pole Star Global mencatat, Rich Starry sempat mencantumkan tujuan Tiongkok dalam kondisi bermuatan penuh. Namun, kapal tersebut memiliki rekam jejak memalsukan data pelacakan (AIS). Sedikitnya empat kapal tanker lain juga dilaporkan berbalik arah. Meski demikian, satu supertanker jenis VLCC, Alicia, berhasil melintas dan kini berada di Teluk Arab setelah berangkat dari Malaysia.

Komando Pusat AS (Centcom) mengklaim operasi berjalan efektif. Dalam 24 jam pertama, tidak ada kapal yang berhasil menembus blokade dan enam kapal dagang memilih mematuhi arahan untuk berbalik. Blokade yang dimulai 13 April itu melibatkan lebih dari 10 ribu personel militer, didukung belasan kapal perang dan puluhan pesawat. Seluruh kapal yang keluar-masuk pelabuhan Iran menjadi sasaran, tanpa memandang bendera.

 

Advertisement

Rusia Dorong Lanjutkan Dialog

Upaya meredakan ketegangan terus dilakukan. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mendorong dialog lanjutan dan meminta AS menahan eskalasi. "Saya berharap Amerika bersikap realistis dan menahan diri dari melanjutkan agresi di Timur Tengah," ujarnya. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menolak memperpanjang gencatan senjata, tetapi tetap membuka peluang kesepakatan. "Saya pikir Anda akan menyaksikan dua hari yang luar biasa ke depan," katanya. Pada bagian lain, dampak konflik mulai terasa secara global. International Monetary Fund (IMF) memperingatkan gangguan berkepanjangan di pasar energi berpotensi menyeret ekonomi dunia ke ambang resesi. Dalam skenario terburuk, pertumbuhan ekonomi global bisa merosot hingga 2 persen dari posisi saat ini sekitar 3,1 persen. Harga minyak diperkirakan melonjak hingga USD 110 per barel pada 2026 dan USD 125 pada 2027.

Dalam skenario moderat, harga minyak bertahan di kisaran USD 100 per barel tahun ini sebelum turun ke USD 75 pada 2027, dengan pertumbuhan global tetap tertekan di level 2,5 persen. Kepala Ekonom IMF Pierre-Olivier Gourinchas menyebut, tanpa kejelasan akhir konflik, risiko skenario terburuk semakin besar. Negara berkembang diperkirakan terdampak paling berat, bahkan hampir dua kali lipat dibanding negara maju. (lyn/oni)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Koran Jawa Pos

Artikel Terkait

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia dan Korea Utara (Korut) hampir menyelesaikan pembangunan jembatan darat pertama yang menghubungkan kedua negara. Infrastruktur tersebut akan menjadi jalur penghubung baru antara Moskow dan Pyongyang melalui....

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Ratusan mantan pejabat militer, intelijen, dan diplomatik Israel mendesak Presiden AS Donald Trump menekan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar segera menghentikan kekerasan yang dilakukan pemukim Israel di....

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Persaingan di pasar kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) mendorong Meta untuk menghadapi tantangan baru, yakni meningkatkan perlindungan privasi pengguna. Kehadiran Apple yang dikabarkan akan mengedepankan....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer