Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Eidos-Montréal Berduka: 124 Karyawan Di-PHK dan Bos Studio Resmi Mundur

ALengkong • Senin, 6 April 2026 - 20:26 WIB
Eidos Montreal (Eidos)
Eidos Montreal (Eidos)

JagoSatu.com - Eidos-Montréal, pengembang di balik game keren Marvel's Guardians of the Galaxy, baru saja mengumumkan pengurangan tenaga kerja yang berdampak pada 124 karyawan. Tidak hanya itu, bos studio mereka, David Anfossi, juga resmi mengundurkan diri setelah 19 tahun mengabdi di sana. Sangat menyedihkan melihat studio berbakat harus kehilangan talenta dan pemimpin ikonik mereka di saat yang sama.

Dalam pernyataan resminya di LinkedIn, pihak studio berdalih bahwa keputusan pahit ini diambil karena adanya "changing project needs and impacts across production and support teams." Mereka merasa perlu beradaptasi dan memusatkan upaya agar studio bisa bekerja lebih efektif di masa depan. Alasan klasik 'kebutuhan proyek' selalu menjadi tameng perusahaan saat kondisi finansial mereka sedang tidak sehat.

Berdasarkan laporan dari GamesIndustry.biz, pihak studio menyatakan sangat berterima kasih kepada anggota tim yang terdampak dan menegaskan ini bukan refleksi dari bakat mereka. Mereka berjanji akan memprioritaskan dukungan bagi karyawan yang terkena PHK dengan rasa hormat dan kepedulian yang tinggi. Janji manis perusahaan pasca-PHK seringkali terasa hambar bagi para staf yang kehilangan mata pencaharian secara mendadak.

David Anfossi sendiri sudah bergabung sejak tahun 2007 sebagai produser sebelum akhirnya menjabat sebagai kepala studio di bawah naungan Embracer Group. Pihak pengembang menyatakan bahwa rencana transisi kepemimpinan sedang berjalan dan pembaruan akan segera dibagikan setelah pemimpin baru ditetapkan. Kehilangan sosok yang sudah belasan tahun memimpin tentu akan mengguncang stabilitas budaya kerja di dalam studio tersebut.

PHK kali ini merupakan gelombang kedua yang menghantam Eidos-Montréal dalam beberapa bulan terakhir setelah pemangkasan pada bulan Desember lalu. Para karyawan melaporkan bahwa sebagian besar proyek internal mereka telah dibatalkan secara sepihak oleh manajemen pusat. Melihat proyek-proyek ambisius dibatalkan begitu saja adalah mimpi buruk bagi setiap pengembang game yang sudah bekerja keras.

Seperti dilaporkan oleh GamesIndustry.biz, fokus studio saat ini kabarnya beralih ke proyek pengembangan bersama atau co-development untuk judul besar milik Microsoft. Mereka kini membantu pengerjaan game Grounded 2 dan Fable setelah terakhir kali merilis judul mandiri pada tahun 2021 silam. Sangat disayangkan studio sekaliber Eidos-Montréal kini hanya menjadi tim pendukung daripada membuat mahakarya orisinal mereka sendiri.

Sebelumnya, pada Maret lalu terdapat 75 karyawan yang dirumahkan, ditambah lagi dengan 97 posisi yang dihapus pada Januari 2024. Rentetan efisiensi ini menunjukkan betapa tidak stabilnya kondisi internal perusahaan sejak berpindah kepemilikan beberapa tahun yang lalu. Ketidakpastian pekerjaan di industri game saat ini benar-benar berada di level yang sangat mengkhawatirkan bagi para profesional.

Eidos-Montréal diakuisisi oleh Embracer Group pada tahun 2022 bersama Crystal Dynamics dan Square Enix Montréal dengan nilai mencapai 300 juta dolar AS. Namun, setahun kemudian, perusahaan induk tersebut memulai program restrukturisasi besar-besaran karena kegagalan investasi raksasa dari pihak luar. Embracer seolah-olah sedang membayar harga mahal atas ambisi akuisisi mereka yang terlalu agresif di masa lalu.

Sebagaimana dikutip oleh GamesIndustry.biz, kegagalan investasi sebesar 2 miliar dolar AS dari Savvy Games Group Arab Saudi menjadi pemicu utama kekacauan ini. Hal tersebut menyebabkan ribuan PHK di seluruh anak perusahaan Embracer, pembatalan banyak proyek, hingga penutupan beberapa studio legendaris. Satu kegagalan kesepakatan bisnis di tingkat atas ternyata bisa menghancurkan ribuan nasib pekerja di level bawah.

Pihak studio menuliskan bahwa hari ini adalah hari yang sulit bagi mereka, namun efisiensi tetap harus dilakukan demi kelangsungan tim. Mereka berusaha memastikan kontinuitas bagi tim yang tersisa agar tetap bisa bergerak maju di tengah badai industri. Semoga saja efisiensi ini benar-benar yang terakhir, meski sejarah mencatat hal yang berbeda dalam setahun belakangan.

Para penggemar merasa khawatir dengan masa depan seri game legendaris yang biasanya ditangani oleh studio ini jika fokusnya hanya pada co-development. Kehilangan identitas kreatif sebagai pengembang mandiri bisa menjadi awal dari penurunan kualitas karya-karya mereka di masa depan. Dunia game butuh variasi, bukan sekadar studio raksasa yang saling membantu mengerjakan judul yang itu-itu saja.

Informasi yang dikutip oleh GamesIndustry.biz menyebutkan bahwa David Anfossi sebelumnya juga memiliki pengalaman panjang sebagai produser di Ubisoft Montréal. Kepergiannya menandai berakhirnya sebuah era bagi Eidos-Montréal yang telah ia rintis selama hampir dua dekade lamanya. Mencari pengganti dengan visi dan pengalaman serupa Anfossi bukanlah perkara mudah bagi manajemen Embracer saat ini.

Krisis di Embracer Group menjadi pengingat keras bagi seluruh pelaku industri tentang bahaya ekspansi yang terlalu cepat tanpa pondasi finansial yang kuat. Banyak studio menjadi korban dari strategi manajemen yang terlalu bergantung pada suntikan dana investor eksternal yang tidak pasti. Industri kreatif seharusnya fokus pada pembuatan game yang bagus, bukan sekadar angka-angka di atas kertas saham.

Meskipun sedang dalam kondisi sulit, tim yang tersisa diharapkan tetap bisa memberikan kontribusi terbaik pada proyek Fable dan Grounded 2. Dukungan komunitas sangat diperlukan agar semangat para pengembang tidak padam meskipun rekan-rekan mereka banyak yang harus meninggalkan studio. Kita hanya bisa berharap para talenta yang terkena PHK segera mendapatkan tempat baru yang lebih stabil.

Intinya, Eidos-Montréal sedang berjuang keras untuk tetap relevan di bawah tekanan finansial perusahaan induknya yang sedang goyah. Kepergian sang pemimpin studio hanya menambah daftar panjang tantangan yang harus mereka hadapi di tahun 2026 ini. Tetap semangat untuk para pengembang di Montréal, semoga badai ini segera berlalu dan kalian bisa kembali berkarya. (tmtiwow)

Editor : ALengkong
#eidos #montreal #PHK #industri game