Jagosatu.com - Bek kiri andalan Liverpool, Andy Robertson, dipastikan akan meninggalkan Anfield pada akhir musim ini setelah sembilan tahun mengabdi. Kepergian pemain internasional Skotlandia ini menandai berakhirnya sebuah era, terutama karena ia akan menyusul Mohamed Salah yang juga telah mengonfirmasi kepindahannya dari klub Merseyside tersebut.
Konfirmasi resmi dari Liverpool FC pada Kamis (10/4/2026) menyebutkan bahwa Robertson akan pergi dengan status bebas transfer setelah kontraknya berakhir pada Juni. Langkah ini diambil sang pemain untuk mencari kesempatan bermain reguler di tim utama, menyusul terbatasnya penampilannya musim ini.
Mohamed Salah, yang sebelumnya telah mengumumkan kepergiannya pada jeda internasional Maret lalu, turut menyampaikan salam perpisahan yang menyentuh untuk Robertson. Bintang Mesir itu menyebut Robertson sebagai “legenda” klub, menggarisbawahi dampak besar yang telah mereka berdua berikan selama berada di Anfield.
Robertson, yang kini berusia 32 tahun, didatangkan Liverpool dari Hull City pada tahun 2017 dengan biaya sekitar 8,5 juta poundsterling. Transfer tersebut kini dianggap sebagai salah satu pembelian paling sukses dalam sejarah modern klub, mengingat kontribusi luar biasa yang diberikannya.
Selama sembilan musim berseragam The Reds, Robertson telah mencatatkan 373 penampilan di semua kompetisi, menyumbangkan 13 gol dan 69 assist. Ia menjadi pilar penting dalam skuad yang memenangkan berbagai gelar bergengsi di bawah asuhan Jürgen Klopp.
Prestasi gemilang yang diraih Robertson bersama Liverpool termasuk dua gelar Premier League, satu trofi Liga Champions, dua Piala Liga, satu Piala FA, serta Piala Dunia Antarklub FIFA, Piala Super UEFA, dan Community Shield. Koleksi trofi ini menempatkannya sebagai salah satu legenda modern klub.
Dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari Liverpool Echo, Robertson mengungkapkan perasaannya. “Tidak pernah mudah meninggalkan klub seperti Liverpool. Ini telah menjadi bagian besar dari hidup saya dan keluarga saya selama sembilan tahun terakhir, tetapi saya tahu sepak bola terus bergerak maju,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa dirinya merasa lebih baik setelah berita kepergiannya kini terbuka untuk publik. “Bagian tersulit selama beberapa minggu dan bulan terakhir adalah beberapa orang terdekat di tempat latihan tidak tahu, dan yang lebih penting, para penggemar,” kata Robertson, dilansir dari The Mirror.
Robertson juga menekankan keinginannya untuk tetap fokus pada tim hingga akhir musim. “Saya selalu mengatakan bahwa para penggemar adalah orang-orang terpenting di klub ini, dan saya hanya berpikir sekarang adalah waktu untuk memberi tahu mereka apa yang terjadi dan bahwa ini akan menjadi tahun terakhir saya,” tambahnya.
Musim ini, kesempatan bermain Robertson memang terbatas, dengan hanya 15 kali menjadi starter di Premier League. Kedatangan Milos Kerkez disebut-sebut menjadi salah satu faktor yang mengurangi menit bermain bek kiri asal Skotlandia tersebut.
Dengan status bebas transfer, Robertson kini menjadi incaran beberapa klub top Eropa. Menurut laporan The Times dan Guardian, Tottenham Hotspur, Atletico Madrid, Juventus, dan Napoli disebut-sebut sangat tertarik untuk mendapatkan tanda tangannya.
Robertson sendiri dikabarkan tidak memiliki minat untuk kembali bermain di Skotlandia saat ini, mengindikasikan keinginannya untuk terus berkompetisi di liga-liga top Eropa. Keempat klub tersebut akan bersaing untuk mendapatkan jasa bek berpengalaman ini.
Kepergian Robertson dan Salah secara bersamaan pada musim panas ini akan menjadi tantangan besar bagi Liverpool dalam menata ulang skuad mereka. Kedua pemain ini, yang sama-sama bergabung pada 2017, telah menjadi fondasi utama kesuksesan klub di era Klopp.
Perpisahan dua ikon ini akan meninggalkan kekosongan yang signifikan di Anfield, baik dari segi kualitas di lapangan maupun kepemimpinan di ruang ganti. Para penggemar Liverpool kini menantikan bagaimana klub akan mengatasi transisi penting ini di bawah kepemimpinan baru.
Sumber: Liverpool Echo
Editor : ALengkong