
TEHERAN – Perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel mencapai babak baru. Kedua pihak dijadwalkan menggelar perundingan di Islamabad, Pakistan, besok (10/4). Agenda utamanya membahas gencatan senjata selama dua pekan. Selain itu, Selat Hormuz —jalur vital distribusi minyak dunia— direncanakan kembali dibuka.
Dilansir AFP, Iran mengajukan 10 poin proposal perdamaian pada Selasa (8/4) waktu setempat. Presiden AS Donald Trump disebut telah menyetujui poin-poin tersebut dan mendukung gencatan senjata sementara selama dua minggu. Kedua negara kini sama-sama mengklaim kemenangan. "Kesepakatan ini adalah kemenangan total bagi Amerika," ujar Trump.
Pernyataan itu kontras dengan sikapnya beberapa jam sebelumnya. Lewat Truth Social, Trump sempat mengancam akan mengebom infrastruktur vital Iran, termasuk pembangkit listrik dan jembatan.
Mengutip The Guardian, pesawat pembom B-52 Stratofortress bahkan dilaporkan sempat menuju kawasan sebelum pengumuman gencatan senjata.
Dari Teheran, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran juga mengklaim kemenangan. Mereka menyebut pihak lawan mengalami "kekalahan yang tidak terbantahkan."
Meski demikian, Iran belum sepenuhnya percaya pada komitmen Washington. Karena itu, gencatan senjata dibatasi dua minggu dan masih terbuka untuk dinegosiasikan.
Dalam proposalnya, Iran menuntut pencabutan seluruh sanksi —baik primer maupun sekunder— serta kontrol berkelanjutan atas Selat Hormuz. Teheran juga meminta penarikan pasukan AS dari Timur Tengah, penghentian serangan terhadap Iran dan sekutunya, serta pembebasan aset yang dibekukan.



