Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Malam. Selasa, 14 April 2026, 2 Petrus 2:20-22  Jangan Berpaling DariNya

Alfianne Lumantow • Jumat, 10 April 2026 - 10:56 WIB
logo gpib
LOGO GPIB

Pembacaan Alkitab : 2 Petrus 2:20-22

TEMA : JANGAN BERPALING DARI-NYA

 "..., lebih baik bagi mereka, jika mereka tidak pernah mengenal Jalan Kebenaran daripada mengenalnya, tetapi kemudian berbalik dari perintah kudus..." (ay. 21)

 

Dalam dunia pengobatan dikenal istilah relaps, yaitu keadaan kembalinya suatu penyakit setelah sebelumnya dinyatakan membaik atau sembuh. Tidak jarang keadaan sakit yang muncul kembali itu menjadi lebih parah sehingga membutuhkan penanganan lebih intensif.

Ternyata, bukan hanya dalam dunia pengobatan dapat terjadi kembalinya suatu penyakit, melainkan dalam lingkungan pengikut Tuhan Yesus Kristus pun dapat terjadi relaps, sebagaimana dipahami dari ayat 20:

"Sebab, jika mereka, oleh pengenalan mereka akan Tuhan dan Juruselamat Yesus Kristus, telah melepaskan diri dari kecemaran-kecemaran dunia, tetapi terlibat lagi di dalamnya dan dikalahkan, akhirnya keadaan mereka lebih buruk daripada yang semula."

 

Merenungkan pembacaan Alkitab malam ini, kita diajak bertanya, apakah kita sungguh-sungguh bertobat ketika menghidupi pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib dan kebangkitan-Nya?

Ataukah peristiwa Jumat Agung dan Minggu Paskah hanya menjadi peristiwa biasa yang segera menghilang, lalu kita kembali pada kecemaran yang sama?

Apa bedanya dengan "babi yang dimandikan, kembali lagi ke kubangannya" (ay. 22)? Kehidupan yang diterangi peristiwa kebangkitan Yesus Kristus menuntut ketekunan, bukan sekadar kisah rohani sesaat.

Betapa kita terharu melihat pengorbanan-Nya di kayu salib, betapa kita khusyuk memasuki Perjamuan Kudus mengenang lambang tubuh dan darah Kristus, tetapi sering kali semuanya berhenti sampai di sana.

 

Jika penderitaan dan kebangkitan Kristus menjadi tanda kita melepaskan diri dari kecemaran, hendaklah kita tetap taat dan setia dalam iman serta terus menolak berjalan di jalan kesesatan.

 Pengorbanan Yesus Kristus, Sang Juruselamat, bukan pengorbanan musiman yang diingat hanya ketika kita ingin bertobat, lalu dengan mudah berpaling dari-Nya dan kembali ketika tersadar. Janganlah menempatkan Yesus Kristus hanya sesaat, melainkan setiap saat. Amin.

 

Doa: Tuhan, Engkau Allah yang setia, yang tak pernah meninggalkan kami meski kami sering melepaskan genggaman-Mu. Tetaplah berjalan bersama kami, ya Tuhan. Amin.

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN MALAM #GPIB #SABDA BINA UMAT