Pembacaan Alkitab : Matius 28:16-17
TEMA : RAGULAH DENGAN TULUS
Keraguan yang tulus berfokus untuk sungguh memahami karya dan kehendak Tuhan
Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu. (Ay. 17).
Ayo, jangan ragu-ragu!" Begitulah yang sering kita katakan saat hendak meyakinkan seseorang menjalani keputusannya.
Pertanyaannya, apakah ragu-ragu adalah hal yang salah dan buruk untuk dilakukan?
Pembacaan Alkitab kita hari ini menceritakan tentang reaksi para murid saat melihat Yesus yang telah bangkit.
Beberapa murid secara otomatis menyembah Yesus, Sang Guru. Namun tidak dipungkiri bahwa ada juga beberapa orang yang ragu-ragu.
Sobat muda, ternyata keraguan para murid tidak mengundang amarah Yesus. la mengerti bahwa kebangkitan bukanlah hal yang sering terjadi.
Oleh karena itu, sangat masuk akal jika ada keraguan yang timbul di dalam hati.
Bagaimanapun juga, kata asli yang digunakan untuk menunjukkan keraguan ini ialah distazo, yang berarti ragu yang tidak permanen atau merasa tidak pasti.
Ya, perasaan ragu bisa muncul dalam diri kita, sebagaimana keraguan juga muncul dalam diri para murid saat itu.
Namun, keraguan para murid ini memperlihatkan bagaimana mereka secara sadar berusaha untuk memproses pengalaman imannya.
Mereka tidak melanjutkan keraguan dengan penolakan, sebagaimana keraguan yang negatif sering terjadi.
Keraguan yang dialami para murid ini menjadi tanda bahwa pertemuan dengan Yesus itu bukanlah halusinasi yang lahir dari kerinduan kepada Tuhan Yesus.
Pada akhirnya, keraguan bisa juga menjadi keraguan yang tulus, yang lahir dari pertanyaan dan berfokus untuk sungguh memahami karya dan kehendak Tuhan.
Sebagaimana keraguan tidak selalu baik, hari ini kita belajar bahwa keraguan tak selalu buruk.
Keraguan yang tulus mencari jawaban, justru bisa mengantar kita lebih dekat kepada Tuhan, mencerna karya-Nya yang luar biasa, dan memperkuat iman kita.
Selamat meragu dengan tulus, kiranya Tuhan menuntun sobat muda pada jawaban-Nya! Amin.
Doa: Tuhan, inilah kami yang penuh dengan keterbatasan dan kelemahan. Bantulah kami untuk meragu dengan tulus, sehingga iman kami kepada-Mu semakin kuat. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow