Pembacaan Alkitab : Matius 28:8-9
TEMA : PASKAH: SUKACITA DI BALIK GENTAR
"Mereka segera pergi dari kubur itu dengan takut dan sukacita yang besar, dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus" (ay. 8)
Menurut Paul Rozin, seorang profesor emeritus yang mendalami psikologi budaya, manusia memiliki kemampuan unik untuk mengalami benign masochism.
Ini adalah sebuah kondisi psikologis dimana seseorang merasakan emosi yang saling bertentangan secara bersamaan.
Pada satu sisi merasa takut tetapi pada saat yang sama bersukacita. Paradoks ini terjadi karena meskipun fisik merespons sebuah ketegangan atau kegentaran, kesadaran batin memahami bahwa situasi tersebut sebenarnya membawa kebaikan atau keamanan.
Pengalaman emosional ini tampak secara jelas dalam bacaan kita (ayat 8). Para perempuan yang meninggalkan kubur berada dalam kondisi benign masochism atau 'takut sekaligus sukacita yang besar.
Ketakutan mereka disebabkan oleh peristiwa dahsyat: gempa bumi besar, wajah malaikat yang seperti kilat, batu kubur yang terguling, serta kubur yang kosong.
Dapat dipahami rasa gentar yang dialami kaum perempuan itu, karena pada masa lampau maupun sekarang, menyaksikan secara langsung fenomena adikodrati akan memicu getaran batin yang dahsyat.
Sebuah reaksi manusiawi yang wajar saat logika kita berhadapan dengan kedahsyatan Ilahi. Baik di masa lampau maupun sekarang, menyaksikan secara langsung hal-hal adikodrati akan selalu memicu getaran batin yang hebat.
Namun rasa takut inilah yang justru menjadi latar belakang lahirnya sukacita besar karena ada harapan baru atas kebangkitan Yesus.
Dalam hidup, kita pun terkadang merasa gentar saat menghadapi ketidakpastian atau tanggung jawab berat yang dipercayakan Tuhan.
Namun, kisah Paskah mengingatkan kita untuk tetap bersukacita dengan memegang teguh janji-Nya.
Jangan berhenti karena takut, tetapi bergerak menikmati sukacita di balik rasa takut dan lakukan firman-Nya.
Jangan biarkan ketakutan menghentikan langkah kita, sebaliknya terus bergerak penuh sukacita untuk merayakan kehadiran-Nya dan tetap berkarya berdasarkan firman- Nya. Amin.
Doa: Tuhan, buatlah gentar kami menjadi sukacita Paskah yang menggerakkan hidup. Amin
Editor : Alfianne Lumantow