Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Hizbullah Klaim Serang Kapal Israel, Presiden Lebanon Serukan Negosiasi

Pratama Karamoy • Senin, 6 April 2026 - 22:03 WIB
BERDUKA: Para pelayat membawa peti mati seorang sekutu Hizbullah yang tewas di Lebanon Selatan, Kamis (2/4).
BERDUKA: Para pelayat membawa peti mati seorang sekutu Hizbullah yang tewas di Lebanon Selatan, Kamis (2/4).

 

BEIRUT – Kelompok bersenjata Hizbullah mengklaim telah menyerang kapal perang Israel menggunakan rudal jelajah di lepas pantai Lebanon, kemarin (5/4). Serangan ini disebut sebagai klaim pertama sejak eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Dalam pernyataan resminya, Hizbullah menyebut kapal perang Israel itu berada sekitar 68 mil laut dari pantai Lebanon dan tengah bersiap melancarkan serangan ke wilayah negara tersebut. "Kapal itu menjadi target karena bersiap menyerang Lebanon," demikian pernyataan kelompok yang didukung Iran itu, dikutip dari AFP kemarin.

 

Direspon Dingin

Namun, pihak militer Israel merespons dingin klaim tersebut. Kepada AFP, mereka menyatakan tidak memiliki informasi terkait serangan yang dimaksud. "Kami tidak mengetahuinya," ujar perwakilan militer Israel.

Dalam beberapa pekan terakhir, kapal perang Israel memang dilaporkan digunakan untuk melancarkan serangan ke wilayah Lebanon, seiring meningkatnya ketegangan antara kedua pihak.

 

Baca Juga: Trump Klaim Pilot Selamat, Iran Sebut Operasi AS Gagal

 

Buka Jalur Diplomasi

Di tengah situasi yang kian memanas, Presiden Lebanon Joseph Aoun justru mengambil pendekatan berbeda. Dalam pidato yang disiarkan televisi pada Minggu, Aoun kembali menyerukan pentingnya jalur diplomasi melalui negosiasi dengan Israel.

Ia memperingatkan potensi kehancuran di Lebanon selatan jika konflik terus berlanjut tanpa upaya penyelesaian. Aoun menyinggung kondisi di Gaza Strip yang mengalami kerusakan parah akibat konflik berkepanjangan.

"Memang benar bahwa Israel mungkin ingin melakukan di Lebanon selatan apa yang mereka lakukan di Gaza," kata Aoun. "Gaza hancur, puluhan ribu orang tewas, dan mereka akhirnya duduk dan bernegosiasi. Jadi mengapa kita tidak bernegosiasi, setidaknya untuk menyelamatkan rumah-rumah yang belum hancur?" lanjutnya.

Seruan tersebut muncul setelah Israel meningkatkan serangan udara dan darat terhadap Hizbullah, yang dilaporkan telah menghancurkan sejumlah desa di wilayah selatan Lebanon. (gas)

Editor : Pratama Karamoy
#global