Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Kru Artemis II Sukses Splashdown di Pasifik, Pecahkan Rekor Jarak Terjauh dari Bumi

ALengkong • Sabtu, 11 April 2026 - 13:10 WIB
Kapsul Orion misi Artemis II berhasil melakukan splashdown di Samudra Pasifik setelah memecahkan rekor jarak terjauh yang pernah ditempuh manusia dari Bumi.
Kapsul Orion misi Artemis II berhasil melakukan splashdown di Samudra Pasifik setelah memecahkan rekor jarak terjauh yang pernah ditempuh manusia dari Bumi.

Jagosatu.com - Empat astronot misi Artemis II berhasil kembali ke Bumi setelah menuntaskan perjalanan epik 10 hari mengelilingi Bulan, mencetak rekor baru sebagai penerbangan manusia terjauh dari planet ini. Kapsul Orion melakukan pendaratan air atau *splashdown* dengan sukses di Samudra Pasifik, lepas pantai California, pada Sabtu (11/4/2026) pagi.

Keberhasilan *splashdown* ini, yang terjadi tepatnya di lepas pantai San Diego, Amerika Serikat, pada Jumat, 10 April 2026 pukul 17:07 PDT atau Sabtu pagi pukul 07:07 WIB, menandai kembalinya misi berawak pertama NASA ke sekitar Bulan dalam lebih dari lima dekade terakhir. Tim evakuasi bergerak cepat menjemput para astronot menggunakan helikopter menuju kapal induk USS John P Murtha, dilansir dari Koran Manado.

Komandan Artemis II, Reid Wiseman, mengungkapkan kelegaan dan kepuasannya usai pendaratan. "Sungguh perjalanan yang luar biasa. Kami dalam kondisi stabil. Empat anggota kru yang masih hijau," kata Wiseman, dikutip dari CNN Indonesia. Administrator NASA Jared Isaacman turut menyebut keberhasilan ini sebagai momen bersejarah bagi manusia, bukan hanya milik NASA.

Misi Artemis II mencetak rekor jarak terjauh yang pernah ditempuh manusia dari Bumi, yakni sekitar 406.771 kilometer, melampaui rekor Apollo 13 pada tahun 1970. Rekor sebelumnya yang dipegang oleh kru Apollo 13 adalah 400.171 kilometer, yang telah bertahan selama 56 tahun, menurut laporan BeritaNasional.com dan DW.

Kapsul yang diberi nama 'Integrity' oleh para awaknya ini membawa empat astronot berpengalaman. Mereka adalah Komandan Reid Wiseman, Pilot Victor Glover, Spesialis Misi Christina Koch, dan Spesialis Misi Jeremy Hansen dari Canadian Space Agency, seperti diinformasikan oleh Koran Manado.

Peluncuran misi bersejarah ini sendiri telah dilakukan pada 1 April 2026, menggunakan roket Space Launch System (SLS) dari Kennedy Space Center, Florida. Misi ini merupakan tonggak penting dalam Program Artemis NASA yang ambisius, bertujuan untuk membangun kehadiran jangka panjang di Bulan.

Selama perjalanan mengelilingi Bulan, para astronot Artemis II tidak hanya memecahkan rekor jarak, tetapi juga mengamati sisi jauh Bulan serta menyaksikan gerhana matahari yang hanya dapat terlihat dari luar angkasa, seperti dilaporkan Anadolu Ajansı. Mereka juga sempat mengambil foto dan video dari pemandangan menakjubkan tersebut.

Saat memasuki atmosfer Bumi, kapsul Orion diperkirakan melaju dengan kecepatan ekstrem mencapai 38.406 kilometer per jam, sebuah fase yang penuh ketegangan. Proses pendaratan di air diawali dengan mengembangnya parasut penstabil dan parasut utama secara bertahap, memastikan pendaratan yang terkontrol, menurut Times Indonesia.

Suasana haru dan kelegaan menyelimuti Pusat Kendali Misi NASA Johnson Space Center di Houston saat *splashdown* terjadi. Sorak-sorai dan tepuk tangan meriah langsung membahana begitu tim pemulihan membuka kapsul Orion, seperti dilansir dari Koran Manado.

Ucapan "Welcome home!" menggema di ruang kontrol, selaras dengan tagar yang menjadi trending di media sosial global. Warganet dari seluruh dunia menyampaikan ucapan selamat atas keberhasilan misi Artemis II ini, menunjukkan antusiasme publik yang tinggi.

Proses evakuasi para kru dari kapsul Orion yang berada di atas rakit terapung, disebut "teras depan," memakan waktu sekitar 30-45 menit. Helikopter Angkatan Laut AS dengan hati-hati membawa mereka menuju kapal induk USS John P Murtha yang telah menunggu, seperti dijelaskan CNN Indonesia.

Pengontrol Penerbangan NASA Jeff Radigan menekankan pentingnya melakukan proses evakuasi dengan tenang dan sistematis. "Seperti operasi apa pun, Anda harus meluangkan waktu yang tepat untuk memastikan kita melakukannya dengan sukses," kata Radigan, dikutip dari CNN.

Keberhasilan Artemis II ini merupakan langkah fundamental menuju tujuan jangka panjang NASA untuk membangun kehadiran berkelanjutan di Bulan dan mempersiapkan misi berawak ke Mars di masa depan. Misi ini menegaskan kembali kepemimpinan Amerika Serikat dalam eksplorasi antariksa global.

Sumber: Koran Manado, CNN Indonesia, BeritaNasional.com, DW, Anadolu Ajansı, NHK World-Japan

Editor : ALengkong
#Artemis II #Splashdown #Rekor Jarak Terjauh #Eksplorasi AstronotBulan #nasa