Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perdagangan Karbon Berpotensi Tambah Rp 1,39 T

P
KURANGI DAMPAK EMISI: Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi memaparkan potensi IDXCarbon dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR di Jakarta kemarin (21/5). Bursa karbon tercatat telah memiliki 155 pengguna jasa terdaftar dan memuat 10 proyek Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca. (Foto: SALMAN TOYIBI/JAWA POS)
KURANGI DAMPAK EMISI: Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi memaparkan potensi IDXCarbon dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR di Jakarta kemarin (21/5). Bursa karbon tercatat telah memiliki 155 pengguna jasa terdaftar dan memuat 10 proyek Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca. (Foto: SALMAN TOYIBI/JAWA POS)

Advertisement

 

JAKARTA - Potensi tambahan nilai perdagangan karbon di Indonesia masih sangat besar. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan dalam antrean (pipeline) nilai perdagangan karbon diperkirakan dapat bertambah sebesar Rp 560,9 miliar hingga Rp 1,39 triliun.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, potensi tersebut berasal dari tambahan unit karbon yang diproyeksikan dapat diperdagangkan mencapai 9,5 juta ton karbon ekuivalen (CO2e). "Kalau kita lihat, total proyeksi unit karbon tambahan yang dapat diperdagangkan sebesar 9,5 juta ton CO2e atau setidaknya senilai Rp 560,9 miliar hingga Rp 1,39 triliun dengan harga unit karbon yang diperdagangkan di IDXCarbon saat ini," ujarnya dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR di Jakarta kemarin (21/5) seperti dilansir Antara.

Advertisement

Perempuan yang akrab disapa Kiky menjelaskan, tambahan pasokan unit karbon tersebut berasal dari 49 proyek baru yang saat ini masih berada dalam antrean. Proyek-proyek tersebut diperkirakan menyumbang potensi perdagangan karbon sebesar 7,69 juta ton CO2e.

Selain itu, terdapat tambahan pasokan dari 10 proyek existing yang diproyeksikan mampu menambah suplai unit karbon sekitar 2,15 juta ton CO2e. "Sehingga total proyeksi unit karbon tambahan yang dapat diperdagangkan mencapai sekitar 9,5 juta ton CO2e," katanya.

Advertisement

OJK menilai perkembangan perdagangan karbon nasional terus menunjukkan tren positif sejak diluncurkannya Bursa Karbon Indonesia atau IDXCarbon pada 26 September 2023. Hingga 30 April 2026, IDXCarbon tercatat telah memiliki 155 pengguna jasa terdaftar dan memuat 10 proyek Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK). "Secara agregat, volume transaksi perdagangan karbon telah mencapai 1,98 juta ton CO2e dengan total nilai transaksi sebesar Rp 93,75 miliar," tuturnya. (mim/dio)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Koran Jawa Pos

Artikel Terkait

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani tebu menuntut harga pokok penjualan (HPP) gula naik. Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) mendesak HPP segera dinaikkan menjadi Rp 16.875 per kilogram di tengah anjloknya harga

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Penanganan kasus dugaan rudapaksa terhadap anak perempuan di bawah umur yang melibatkan 27 terduga pelaku di Sampang masih berlangsung. Dari 10 tersangka yang telah diamankan, enam di antaranya sudah disidang....

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Musim kemarau panjang sudah melanda Indonesia. Di banyak daerah, hujan sudah beberapa pekan belum mengguyur. Pemerintah memberikan perhatian ke sektor pertanian supaya tetap bisa produksi. Caranya dengan menyiapkan....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer