Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kemenperin Dorong Mamin Gunakan Kemasan Kertas

P
MAKIN MAHAL: Warga berbelanja makanan dan minuman (mamin) di salah satu gerai ritel modern di Depok, Jawa Barat. Plastik masih mendominasi kemasan industri mamin dengan porsi sekitar 48 persen.(Foto: JAWA POS)
MAKIN MAHAL: Warga berbelanja makanan dan minuman (mamin) di salah satu gerai ritel modern di Depok, Jawa Barat. Plastik masih mendominasi kemasan industri mamin dengan porsi sekitar 48 persen. (Foto: JAWA POS)

Advertisement

 

JAKARTA – Kenaikan harga plastik tak hanya menekan industri, tetapi juga mulai berdampak ke harga kebutuhan pokok. Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengakui mahalnya kemasan berbasis plastik menjadi salah satu faktor pendorong naiknya harga minyak goreng. Selain itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong penggunaan kertas sebagai alternatif di sektor makanan dan minuman (mamin).

Mendag menegaskan, ketersediaan minyak goreng sebenarnya masih aman. Namun, biaya produksi meningkat akibat lonjakan harga plastik. "Stok tidak ada masalah. Tapi memang salah satu imbas kenaikan harga karena plastik," ujarnya di Jakarta kemarin (22/4).

Advertisement

Menurut Budi, sebagian besar minyak goreng menggunakan kemasan plastik. Karena itu, kenaikan harga bahan baku di hulu langsung berdampak pada biaya produksi dan harga jual di tingkat konsumen. "Rata-rata kemasan dari plastik semua. Jadi tekanannya dari hulunya," katanya.

Sementara itu, Kemenperin mendorong pelaku industri makanan dan minuman (mamin) mulai beradaptasi. Salah satunya dengan beralih ke kemasan berbasis kertas sebagai alternatif. "Kami mendorong kemasan berbasis kertas karena masih banyak industri yang bisa memanfaatkannya," ujar Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika.

Advertisement

Saat ini, plastik masih mendominasi kemasan industri mamin dengan porsi sekitar 48 persen. Sementara kemasan kertas berada di kisaran 28 persen. Meski dinilai lebih kompetitif dari sisi biaya, pengembangan kemasan kertas masih bergantung pada kesiapan industri dan investasi. "Ini berpotensi menjadi game changer," imbuhnya. (bry/dio)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Koran Jawa Pos

Artikel Terkait

Perang Berkepanjangan Picu Kelangkaan Plastik di Jepang

Perang Berkepanjangan Picu Kelangkaan Plastik di Jepang

Dampak konflik yang berkepanjangan di Timur Tengah mulai merembet ke Jepang. Kali ini bukan sektor energi yang paling terdampak, melainkan industri plastik. Kelangkaan bahan baku membuat kantong plastik, wadah makanan...

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani tebu menuntut harga pokok penjualan (HPP) gula naik. Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) mendesak HPP segera dinaikkan menjadi Rp 16.875 per kilogram di tengah anjloknya harga

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Penanganan kasus dugaan rudapaksa terhadap anak perempuan di bawah umur yang melibatkan 27 terduga pelaku di Sampang masih berlangsung. Dari 10 tersangka yang telah diamankan, enam di antaranya sudah disidang....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer