Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Empati Mengalir ke Keluarga Pencuri Ayam yang Tewas Dikeroyok Massa

P
Penulis: Pratama Karamoy❯
KEHILANGAN: Anak bungsu KD menangis saat ayahnya dimakamkan. (Foto: SUMBER UNTUK RADAR BALI/GRUP JAWA POS)
KEHILANGAN: Anak bungsu KD menangis saat ayahnya dimakamkan. (Foto: SUMBER UNTUK RADAR BALI/GRUP JAWA POS)

Advertisement

 

DARI Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sampai anggota DPR Ahmad Sahroni. Dari deposito hingga sepeda motor. Empati kepada keluarga KD, korban tewas akibat pengeroyokan asal Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, terus mengalir. Baik dari perorangan maupun kelompok. Mengutip Radar Bali Grup Jawa Pos, Dedi Mulyadi, misalnya, mendonasikan Rp 50 juta dalam bentuk deposito untuk biaya pendidikan dua dari tiga anak korban yang masih bersekolah. Sahroni mengirimkan paket bantuan kebutuhan sehari-hari berisi 50 kilogram beras, 30 dus mi instan, 200 liter minyak goreng, dan 25 kilogram telur. "Main hakim sendiri jelas merupakan tindakan yang salah dan para pelaku harus diusut. Maka, semoga bantuan ini dapat turut meringankan beban keluarga yang ditinggalkan," ujar Sahroni dalam keterangan resminya.

KD yang diduga mencuri ayam tewas dikeroyok warga di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, Jumat (24/7) pekan lalu. Motornya juga dibakar massa. Terkait itu, Kepolisian Resor (Polres) Tabanan akhirnya resmi menetapkan lima warga Banjar Dinas Juwuk Legi sebagai tersangka. Mereka adalah NJ, WS, KB, MK, dan ND. Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati mengatakan, dalam kasus yang terjadi di Banjar Dinas Juwuk Legi itu, ada dua laporan polisi. Pertama, kasus pencurian dua ekor ayam. Kedua, tindak pidana kekerasan secara bersama-sama terhadap orang atau barang di muka umum. "Lima orang tersangka ini diduga melakukan kekerasan bersama-sama hingga menyebabkan pelaku atau korban pencurian ayam berinisial KD alias S tewas saat kejadian," ujar Bayu yang didampingi Kasatreskrim Polres Tabanan AKP Made Teddy Satria Permana dalam taklimat media di Mapolres Tabanan kemarin (27/7).

Advertisement

Tindakan para tersangka, kata Bayu, diduga dipicu kemarahan, keresahan, dan emosi atas ulah KD yang mencuri ayam jago aduan milik salah seorang warga Juwuk Legi. Apalagi, KD, lanjut Bayu, telah beberapa kali melakukan aksi serupa. Bayu menambahkan, penetapan lima tersangka itu dikuatkan dengan barang bukti elektronik serta keterangan para saksi dan rekaman CCTV. Pihaknya juga telah memeriksa 18 saksi.

Tinggalkan Tiga Anak

Advertisement

Almarhum meninggalkan seorang istri dan tiga anak. Dua di antaranya masih bersekolah, yakni duduk di bangku kelas 1 SMA dan kelas 1 SD. Sementara itu, anak sulungnya sudah menikah. Video yang memperlihatkan suasana duka keluarga saat prosesi pemulasaraan jenazah sempat beredar luas dan memicu keprihatinan publik atas aksi kekerasan tersebut. Dalam video itu, anak perempuan yang merupakan anak bungsu korban menangis sambil memanggil, "Bapak, bapak, bapak..."

Makam Dibongkar

Kuburan KD di Desa Sidetapa, Buleleng, akhirnya dibongkar polisi dan diperiksa tim medis dari RSUP Prof Ngoerah kemarin (27/7). Langkah ekshumasi tersebut dilakukan untuk melengkapi pemeriksaan medis dan hukum. Dari pantauan Radar Bali Grup Jawa Pos, Polres Tabanan melakukan proses penggalian atau pembongkaran mulai pukul 12.30 Wita. Masyarakat setempat memadati area kuburan untuk menyaksikan proses tersebut, meskipun sudah dibatasi garis polisi. "Hari ini (kemarin) diadakan pembongkaran kuburan. Kami dari pemerintah desa mengutus Sekretaris dan Kelian Banjar Dinas Delod Pura untuk mendampingi," ujar Perbekel Desa Sidetapa I Made Sutama.

Sementara itu, sepupu KD, Made Parta, menyebut, keluarga berencana melaporkan peristiwa pengeroyokan yang berujung pada kematian itu ke polisi. Tujuannya, mencari keadilan bagi keluarga KD, meskipun sudah ada lima orang yang ditetapkan sebagai tersangka. "Kemungkinan besok (hari ini) ke Polres Tabanan. Supaya pelaku-pelaku yang sekeji itu bisa secepatnya ditangkap dan dihukum," katanya. ( / ttg)*

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Koran Jawa Pos

Artikel Terkait

Empat Kementerian dan Lembaga Perkuat Ekosistem JKN

Empat Kementerian dan Lembaga Perkuat Ekosistem JKN

BPJS Kesehatan memperkuat kolaborasi dengan empat kementerian dan lembaga untuk memperkuat ekosistem Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Sinergi tersebut difokuskan pada penguatan tata kelola program. Mulai dari...

Wanti-Wanti Lonjakan Hoaks Jelang HUT RI

Wanti-Wanti Lonjakan Hoaks Jelang HUT RI

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid membantah tudingan pemerintah melakukan penyensoran terhadap liputan aksi demonstrasi di media sosial. Dia menegaskan, tidak ada larangan bagi media massa.....

Komunitas Ekspedisi Tuding Evakuasi Tak Sesuai Prosedur

Komunitas Ekspedisi Tuding Evakuasi Tak Sesuai Prosedur

KOMUNITAS sopir truk logistik dan ekspedisi lintas Surabaya–Makassar mengkritik dugaan pengabaian standar operasional prosedur (SOP) keselamatan dalam insiden terbakar KMP Mutiara Sentosa 2. Mereka menilai proses....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer