Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tiongkok Ciptakan Matahari Buatan Menggunakan Teknologi Lokal

P
INOVASI BARU: Tiongkok menciptakan matahari dengan teknologi dan material dalam negeri. (DOKUMENTASI AKADEMI ILMU PENGETAHUAN TIONGKOK/AFP)
INOVASI BARU: Tiongkok menciptakan matahari dengan teknologi dan material dalam negeri. (DOKUMENTASI AKADEMI ILMU PENGETAHUAN TIONGKOK/AFP)

Advertisement

 

HEFEI – Tiongkok mengklaim berhasil menciptakan komponen utama reaktor fusi nuklir atau matahari buatan sepenuhnya dengan teknologi dan material dalam negeri. Terobosan tersebut ditandai dengan lolosnya uji penuh dua magnet superkonduktor yang menjadi jantung proyek Experimental Advanced Superconducting Tokamak (EAST).

Dilansir Global Times, kemarin (29/6), keberhasilan itu menandai lokalisasi 100 persen seluruh teknologi inti proyek EAST, mulai dari material, desain, hingga proses manufakturnya.

Advertisement

Dua komponen yang berhasil diuji adalah magnet medan toroidal dan kumparan solenoida pusat superkonduktor. Keduanya berfungsi menjaga plasma bersuhu sangat tinggi tetap stabil di dalam reaktor sehingga reaksi fusi dapat berlangsung.

Pakar elektromagnetik Tiongkok, Song Zhongping, menjelaskan bahwa tanpa sistem magnet itu, plasma akan menyebar sehingga reaksi fusi tidak dapat dipertahankan. "Magnet tersebut bekerja layaknya kandang baja tahan karat yang mengurung bola api plasma bersuhu ekstrem," kata Song.

Direktur ASIPP Song Yuntao menyebut seluruh material utama yang digunakan pada magnet, mulai dari baja khusus, bahan isolasi hingga material superkonduktor, diproduksi sepenuhnya di Tiongkok. Capaian itu disebut sebagai tonggak penting menuju kemandirian teknologi energi fusi.

Secara teknis, sistem magnet EAST juga diklaim melampaui proyek International Thermonuclear Experimental Reactor (ITER). Desain magnet buatan Tiongkok memiliki volume sekitar 1,3 kali lebih besar dengan kapasitas penyimpanan energi tiga kali lebih tinggi dibandingkan sistem serupa pada ITER.

Keberhasilan mengembangkan seluruh komponen utama secara mandiri memperkuat posisi Tiongkok dalam persaingan teknologi energi fusi, yang diharapkan menjadi sumber energi bersih masa depan karena mampu menghasilkan energi besar tanpa emisi karbon seperti pembangkit berbahan bakar fosil. (din/gas)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Koran Jawa Pos

Artikel Terkait

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia dan Korea Utara (Korut) hampir menyelesaikan pembangunan jembatan darat pertama yang menghubungkan kedua negara. Infrastruktur tersebut akan menjadi jalur penghubung baru antara Moskow dan Pyongyang melalui....

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Ratusan mantan pejabat militer, intelijen, dan diplomatik Israel mendesak Presiden AS Donald Trump menekan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar segera menghentikan kekerasan yang dilakukan pemukim Israel di....

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Persaingan di pasar kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) mendorong Meta untuk menghadapi tantangan baru, yakni meningkatkan perlindungan privasi pengguna. Kehadiran Apple yang dikabarkan akan mengedepankan....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer