Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Buka Diplomasi, AS Dua Hari Tak Serang Iran

P
HARI TENANG: Papan reklame yang menyerukan pembalasan terhadap Presiden AS Donald Trump di Jalan Jomhouri, Teheran, Iran, kemarin (27/7). (Foto: AFP)
HARI TENANG: Papan reklame yang menyerukan pembalasan terhadap Presiden AS Donald Trump di Jalan Jomhouri, Teheran, Iran, kemarin (27/7). (Foto: AFP)

Advertisement

 

WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) tidak melancarkan serangan terhadap Iran selama dua hari berturut-turut. Pemerintahan Presiden Donald Trump menegaskan jeda tersebut bukan karena kekurangan amunisi, melainkan untuk memberi kesempatan bagi jalur diplomasi.

Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Mike Waltz mengatakan Presiden Donald Trump sengaja menunda aksi militer agar perundingan dengan Iran memiliki peluang untuk berkembang. "Presiden sedang memberi ruang bagi pembicaraan. Dia memberi sedikit kesempatan bagi diplomasi," ujar Waltz, kemarin (27/7), seperti dikutip BBC.

Advertisement

Meski menghentikan serangan sementara, Waltz menegaskan Washington belum mengesampingkan opsi militer. Menurut dia, Trump masih membuka semua pilihan apabila situasi kembali memburuk.

Waltz juga membantah laporan yang menyebut pemerintah AS khawatir eskalasi konflik akan menguras persediaan amunisi pertahanan udara. "Militer Amerika Serikat memiliki semua yang dibutuhkan untuk menjalankan operasi ini seefektif yang diperlukan," tegasnya.

Advertisement

Pernyataan tersebut muncul setelah hampir dua pekan Amerika Serikat dan Iran saling melancarkan serangan yang mengakhiri gencatan senjata yang sempat disepakati pada Juni lalu. Di sisi lain, juru bicara militer Iran menyatakan Teheran telah menghentikan serangan balasan di kawasan sebagai respons terhadap perkembangan terbaru. (lyn/gas)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Koran Jawa Pos

Artikel Terkait

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia dan Korea Utara (Korut) hampir menyelesaikan pembangunan jembatan darat pertama yang menghubungkan kedua negara. Infrastruktur tersebut akan menjadi jalur penghubung baru antara Moskow dan Pyongyang melalui....

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Ratusan mantan pejabat militer, intelijen, dan diplomatik Israel mendesak Presiden AS Donald Trump menekan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar segera menghentikan kekerasan yang dilakukan pemukim Israel di....

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Persaingan di pasar kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) mendorong Meta untuk menghadapi tantangan baru, yakni meningkatkan perlindungan privasi pengguna. Kehadiran Apple yang dikabarkan akan mengedepankan....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer