Monday, October 26, 2026
Monday, October 26, 2026
Logo
    Advertisement
    Advertisement
    Advertisement
    Advertisement
    Global

    Amerika Serikat-Arab Saudi Sepakati Perjanjian Nuklir Riyadh Bakal Produksi Uranium

    P
    Pratama Karamoy
    Dipublikasikan Jumat, 24 Jul 2026 | 16:19 WIB
    JALIN KERJA SAMA: Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Kerajaan Arab Saudi Mohammed bin Salman (kanan) dan Presiden AS Donald Trump berbincang dalam Forum Investasi AS-Arab Saudi di Washington, AS, beberapa waktu lalu. (Foto: BRENDAN SMIALOWSKI/AFP)
    JALIN KERJA SAMA: Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Kerajaan Arab Saudi Mohammed bin Salman (kanan) dan Presiden AS Donald Trump berbincang dalam Forum Investasi AS-Arab Saudi di Washington, AS, beberapa waktu lalu. (Foto: BRENDAN SMIALOWSKI/AFP)

    Advertisement

     

    WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) dan Arab Saudi resmi menandatangani perjanjian kerja sama nuklir sipil yang membuka jalan bagi Riyadh untuk mengembangkan program energi nuklir, termasuk berpotensi memproduksi atau memperkaya uranium di dalam negeri.

    Advertisement

    Advertisement

    Kesepakatan tersebut diumumkan kemarin (23/7) waktu setempat melalui penandatanganan 123 Agreement berdasarkan Atomic Energy Act 1954 beserta perjanjian pengamanan bilateral. Dokumen itu masih harus mendapat peninjauan Kongres AS sebelum berlaku penuh.

    Dilansir Al Jazeera, Departemen Energi AS belum memastikan apakah Arab Saudi akan memperoleh hak memperkaya uranium. Namun, sejumlah pihak menilai ketentuan tersebut berpotensi dimuat dalam perjanjian. Jika benar, kebijakan itu diperkirakan memicu perdebatan di Kongres karena pemerintahan Presiden Donald Trump selama ini menentang program pengayaan uranium Iran.

    Potensi Arab Saudi memproduksi uranium menjadi sorotan karena pengumuman kerja sama itu muncul di tengah ketegangan kawasan, ketika konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran masih berlangsung. Sebelumnya, Washington melancarkan operasi militer terhadap Iran dengan alasan mencegah Teheran mengembangkan senjata nuklir. Meski demikian, Treaty on the Non-Proliferation of Nuclear Weapons (NPT) tidak melarang pengayaan uranium untuk tujuan damai.

    Dalam keterangan resmi Departemen Energi AS, Menteri Energi AS Chris Wright dan Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman menandatangani 123 Agreement serta perjanjian pengamanan bilateral yang menjadi dasar hukum kerja sama nuklir sipil kedua negara.

    Baca Juga: Kemenhub Bangun Jembatan Penghubung Dua Dermaga di Ketapang

    Departemen Energi AS menyebut kedua perjanjian tersebut akan menjadi fondasi kemitraan bernilai miliaran dolar yang diproyeksikan berlangsung selama beberapa dekade.

    "Perjanjian-perjanjian ini mencerminkan komitmen bersama kedua negara kita untuk memperkuat hubungan perdagangan Amerika-Arab Saudi, mewujudkan kemakmuran di dalam negeri dan keamanan bagi sekutu kita di luar negeri," ujar Menteri Energi AS Chris Wright dalam keterangan resminya. (lyn/gas)

    Advertisement
    Editor : Pratama Karamoy
    Sumber : Koran Jawa Pos
    Bagikan:

    Artikel Terkait

    Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang
    Rabu, 29 Jul 2026 | 19:26 WIB

    Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

    Rusia dan Korea Utara (Korut) hampir menyelesaikan pembangunan jembatan darat pertama yang menghubungkan kedua negara. Infrastruktur tersebut akan menjadi jalur penghubung baru antara Moskow dan Pyongyang melalui....

    Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat
    Rabu, 29 Jul 2026 | 19:22 WIB

    Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

    Ratusan mantan pejabat militer, intelijen, dan diplomatik Israel mendesak Presiden AS Donald Trump menekan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar segera menghentikan kekerasan yang dilakukan pemukim Israel di....

    Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi
    Selasa, 28 Jul 2026 | 15:18 WIB

    Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

    Persaingan di pasar kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) mendorong Meta untuk menghadapi tantangan baru, yakni meningkatkan perlindungan privasi pengguna. Kehadiran Apple yang dikabarkan akan mengedepankan....

    Advertisement

    Berita Terkini

    Advertisement
    Advertisement

    Populer

    LogoManado Post Lantai 1 Gedung Graha Pena Jawa Pos Jakarta, Jl Raya Kebayoran Lama No 12 Kel Grogol Utara Kec Kebayoran Lama Jakarta Selatan 12210
    Telepon / Fax:
    0896-5037-6727 / -
    Email:
    jagosatu.mdo@gmail.com

    Halaman

    Indeks Berita
    Epaper
    Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos DigitalBuka Laman Epaper ➜
    Download Google PlayDownload App Store
    © 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia