Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Serangan Iran di Jordania Tewaskan Dua Tentara AS, Washington Lanjutkan Operasi Militer

P
PUTUS AKSES: Jembatan yang menghubungkan Roudan dan Bandar Abbas di Iran selatan rusak parah akibat serangan AS, Sabtu (18/7). (Foto: AFP)
PUTUS AKSES: Jembatan yang menghubungkan Roudan dan Bandar Abbas di Iran selatan rusak parah akibat serangan AS, Sabtu (18/7). (Foto: AFP)

Advertisement

 

TEHERAN – Dua personel militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan tewas setelah serangan rudal dan drone Iran menghantam posisi pasukan AS di Jordania, Sabtu (18/7) malam. Insiden tersebut menjadi korban jiwa pertama di pihak militer AS akibat serangan langsung Iran sejak Maret lalu dan langsung memicu serangan balasan dari Washington.

Mengutip Al Jazeera, Minggu (19/7), Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan telah melancarkan serangan baru ke sejumlah fasilitas vital milik Iran. Operasi itu disebut sebagai respons atas serangan yang menewaskan dua prajurit AS. "Serangan-serangan ini dirancang untuk lebih melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam pelayaran komersial di Selat Hormuz," demikian pernyataan CENTCOM.

Advertisement

Satu Orang Hilang

Selain dua korban tewas, satu personel militer AS dilaporkan masih hilang, sementara empat lainnya dievakuasi ke rumah sakit di Yordania untuk menjalani perawatan akibat luka-luka. Hingga kini, otoritas AS belum mengungkap identitas korban maupun perkembangan pencarian personel yang hilang.

Sehari sebelumnya, militer AS sempat mengumumkan penghentian sementara operasi serangan terhadap Iran. Namun, kematian dua tentaranya membuat Washington kembali melancarkan operasi militer ke wilayah Iran.

Skala Penuh

Di sisi lain, Iran mengancam akan meningkatkan eskalasi konflik apabila serangan AS terus berlanjut. Penasihat militer senior Pemimpin Tertinggi Iran, Mayor Jenderal Mohsen Rezaei, menyatakan negaranya siap memasuki fase operasi serangan skala penuh jika Washington tetap menggempur Iran. "Jika serangan-serangan AS berlanjut selama dua atau tiga hari lagi, kami akan memasuki fase operasi serangan skala penuh," ujar Rezaei seperti dikutip media pemerintah IRIB.(wan/gas)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Koran Jawa Pos

Artikel Terkait

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia dan Korea Utara (Korut) hampir menyelesaikan pembangunan jembatan darat pertama yang menghubungkan kedua negara. Infrastruktur tersebut akan menjadi jalur penghubung baru antara Moskow dan Pyongyang melalui....

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Ratusan mantan pejabat militer, intelijen, dan diplomatik Israel mendesak Presiden AS Donald Trump menekan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar segera menghentikan kekerasan yang dilakukan pemukim Israel di....

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Persaingan di pasar kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) mendorong Meta untuk menghadapi tantangan baru, yakni meningkatkan perlindungan privasi pengguna. Kehadiran Apple yang dikabarkan akan mengedepankan....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer