BUKAN hanya sekadar penentu kemenangan 3-1 Pertamina Enduro atas Jakarta Popsivo yang membuat Jawa Pos Arena bergemuruh. Tapi juga karena kehadiran sosok spesial di pinggir lapangan: Yeum Hye-seon. Setter sekaligus eks rekan satu tim dan sosok eonnie (kakak) "Megatron" —julukan Megawati— selama membela klub Korea Selatan Daejeon JungKwanJang Red Sparks itu hadir secara langsung memberikan dukungan. Hye-seon tampak begitu menikmati atmosfer pertandingan pada Sabtu (4/4) pekan lalu itu. Senyumnya terus tersungging. "Ya, tentu saja. Aku di sini khusus untuk mendukung Megawati," kata Hye-seon kepada Jawa Pos.
Ini merupakan kunjungan ketiga pemain yang ikut membela Korsel di Olimpiade 2016 dan 2020 itu ke Indonesia. Namun, ini menjadi momen pertama dia bereuni dengan Megawati sejak kali terakhir pevoli kelahiran Jember, Jawa Timur, tersebut membela Red Sparks setahun lalu.
Hye-seon sebenarnya sudah lama menyimpan keinginan untuk melihat langsung Megawati di Indonesia. Namun, kesempatan itu baru datang pada awal April ini, tepatnya setelah setter 35 tahun itu menyelesaikan musim V-League bersama Red Sparks.
Hye-seon tidak datang sendirian. Dia didampingi Chris Kim, agen Megawati di Korea. "Jadi, sekitar tanggal 20 Maret, aku di WA (WhatsApp) agennya Mega (di Korea), mau datang bersama Hye-seon. Setelah itu, baru kami bantu arrange acara selama di sini. Dio (Novandra, suami Mega, red) juga ikut atur," kata Ayun Sapta, organizer yang mendampingi Hye-seon di Indonesia.
Menyadari Hye-seon punya basis penggemar di Indonesia, Ayun dan tim pun menggelar acara jumpa fans bertajuk "Cheers With Yeum Hye-seon" di sebuah kafe di Surabaya yang letaknya hampir bersebelahan dengan Jawa Pos Arena.
Baca Juga: Anggaran KDMP Rawan Jadi Bancakan
Acara jumpa fans yang dihadiri 50 peserta itu berubah jadi penuh haru saat video dari fans yang tidak bisa hadir ditayangkan. "Nangis sesenggukan. Kami setelin videonya, fansnya nangis, semua nangis," beber Ayun.
Namun, di balik air mata haru itu, suasana tetap ceria berkat kepribadian asli Hye-seon. "Dia memang lucu anaknya, hatinya juga sangat lembut dan gampang nangis," tambah Ayun.
Lewat acara yang diorganisasi bersama komunitas fans Red Sparks dan Hye-seon itulah Hye-seon merasa semakin dekat dengan fans. "Saya pikir orang Indonesia sangat atraktif dan juga sangat romantis. Jadi, saya sangat cinta dengan negara ini," tuturnya.
Sempat Takut Mengganggu
Jadwal pertemuan Hye-seon dan Megawati terbilang sangat padat. Hye-seon tiba di Surabaya pada Jumat (3/4) sekitar pukul 10 malam. Dia baru bisa bertemu Megawati di hotel keesokan harinya atau Sabtu (4/4) pagi.
Pertemuan itu pun diatur sedemikian rupa agar tidak mengganggu persiapan penting Megawati bersama tim Pertamina Enduro. "Hye-seon sempat takut mengganggu, tapi saya bilang tidak apa-apa karena waktunya telah diatur, dua jam," kata Ayun.
Di momen itulah Hye-seon dan Megawati saling bertukar kado. Hye-seon membawa banyak oleh-oleh untuk sahabatnya itu. "Dibawakan ginseng satu boks, ginseng merahlah yang kemarin dia pakai. Dan setelah itu makan siang, baru jumpa fans sore, kemudian Mega tanding malam, lalu keliling lagi di tengah kota," beber Ayun.
Mengingat Hye-seon tak bisa makan sembarangan, malam setelah pertandingan itu mereka mampir ke 'Korean Mart' yang terletak di Jalan Tunjungan, Surabaya. Sambil menikmati ramyeon, Mega dan Hye-seon berbincang panjang lebar.
Momen tersebut menjadi kebersamaan terakhir mereka sebelum Hye-seon terbang kembali ke Korsel pada pagi hari. Suasana haru kembali menyelimuti saat mereka hendak berpisah di bandara.
Hye-seon merayu Mega untuk ikut ke Korsel. "Yang klayu (manja) Hye-seon ke Mega. Yang biasanya glen-dot-glendot gitu anak-anak Korea ke Mega. Bercandaan Mega, 'Ini kartu ATM-ku, tolong belikan tiket sekarang bareng Dio ke Korea sama aku'," beber Ayun.
Meskipun berat, Hye-seon dan Megawati akhirnya harus berpisah setelah pertemuan singkat yang menyenangkan itu. (*/ttg)
Editor : Pratama Karamoy