Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Kemarau 2026: Datang Lebih Awal dan Bertahan Lebih Lama

Clavel Lukas • 2026-04-01 11:35:13
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan gempa bumi dengan magnitudo 4 mengguncang Jayapura, Papua, Jumat pukul 04.28 WIB. (dok JawaPos.com)
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)

 

JAGOSATU.COM - Perubahan pola cuaca kembali terjadi di Indonesia. Setelah sempat dipengaruhi fenomena La Niña lemah sejak Oktober 2025, kini kondisi tersebut resmi berakhir pada Februari 2026. 

Berakhirnya La Niña menjadi sinyal awal perubahan menuju musim kemarau yang diprediksi akan berlangsung cukup berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Berdasarkan keterangan resmi BMKG, Prediksi Musim Kemarau Tahun 2026 di Indonesia, sebagian besar wilayah Indonesia akan mulai memasuki musim kemarau secara bertahap mulai April hingga Juni 2026.

Kondisi ini perlu menjadi perhatian karena selain datang lebih awal, musim kemarau tahun ini juga diperkirakan lebih kering dan berlangsung lebih lama.

Awal Musim Kemarau Dimulai 

Musim kemarau 2026 diprediksi mulai terjadi pada:

Wilayah Nusa Tenggara menjadi daerah pertama yang mengalami peralihan ke musim kemarau, kemudian diikuti secara bertahap oleh wilayah lainnya di Indonesia.

Yang menarik, sebagian besar wilayah diperkirakan mengalami awal musim kemarau yang lebih cepat dari biasanya. Tercatat:

Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat perlu lebih cepat bersiap menghadapi perubahan musim, terutama di sektor pertanian dan ketersediaan air.

Tidak hanya datang lebih awal, musim kemarau tahun ini juga diprediksi memiliki curah hujan yang lebih rendah dari normal. Sekitar:

Artinya, kondisi kemarau berpotensi lebih kering dari biasanya. Dampaknya bisa dirasakan dalam berbagai aspek, seperti berkurangnya pasokan air, meningkatnya risiko kekeringan, hingga potensi kebakaran hutan dan lahan di beberapa daerah.

Sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan akan mencapai puncak musim kemarau pada bulan Agustus 2026, dengan cakupan:

Selain itu, waktu puncak kemarau juga cenderung lebih cepat dibandingkan biasanya:

Kondisi ini menandakan bahwa periode paling kering kemungkinan akan terjadi lebih cepat, sehingga antisipasi perlu dilakukan sejak pertengahan tahun.

Hal yang juga perlu diwaspadai adalah durasi musim kemarau yang diprediksi lebih panjang dari biasanya. Sekitar:

Kemarau panjang dapat berdampak pada sektor pertanian, ketersediaan air bersih, hingga peningkatan suhu udara di beberapa wilayah. 

Dengan persiapan yang matang, dampak dari musim kemarau yang lebih ekstrem ini dapat diminimalkan dan aktivitas sehari-hari tetap berjalan dengan baik. (*)

 

Editor : Clavel Lukas
#BMKG