Pembacaan Alkitab : Ulangan 16: 13-15
TEMA : PASKAH: SUKACITA SEMPURNA DI HADIRAT TUHAN
"Sebab, TUHAN, Allahmu, akan memberkati engkau dalam segala tuainmu, dan segala upaya tanganmu, sehingga engkau dapat bersukaria dengan sungguh- sungguh" (ay. 15b)
Jika dalam ayat 11 ditetapkan pelaksanaan Hari Tujuh Minggu yaitu perayaan awal panen, maka kini kita mendengar tentang Hari Raya Pondok Daun, yaitu merayakan syukur atas hasil panen akhir tahun.
Mereka tinggal di pondok sementara selama tujuh hari untuk mengingat bahwa Israel pernah menjadi pengembara di padang gurun, tetapi Tuhan tetap memelihara mereka. Mengapa tujuh hari? Angka tujuh melambangkan kesempurnaan.
Setelah seluruh panen terkumpul, Israel diminta berhenti sejenak dan membangun rasa syukur secara total, utuh, juga tidak terburu-buru. Tuhan ingin umat- Nya benar-benar berhenti untuk mengingat bahwa di balik kelimpahan ada pemeliharaan Tuhan.
Dalam sukacita Pondok Daun, umat diajak membangun sukacita berkualitas. Kita dipanggil bersukaria dengan bersungguh-sungguh.
Ajakan ini berlaku bagi kita yang sering kali membangun sukacita secara semu; tertawa di luar tetapi cemas akan hari esok; ceria dalam penampilan tetapi gelisah karena kondisi ekonomi, atau merasa hampa di tengah kemewahan.
Kegembiraan yang sesungguhnya dapat terjadi jika kita yakin bahwa keberhasilan adalah berkat kasih sayang Tuhan. Ayat 15 menegaskan bahwa Tuhan akan memberkati seluruh hasil tanah dan usahamu, sehingga sukacita itu lahir dari kepastian pemeliharaan-Nya, bukan keberuntungan semata.
Paskah merombak sumber kebahagiaan kita agar tidak bergantung pada kekuatan diri melainkan pada Sang Pemberi Harta.
Terakhir, disebut tentang tempat yang ditentukan Tuhan. Ini berarti pusat syukur kita bukanlah pada tumpukan kekayaan, melainkan pada hadirat-Nya.
Kita berkumpul bukan untuk merayakan kesuksesan diri, melainkan merayakan kedaulatan Tuhan. Puncak sukacita sejati adalah berjumpa dengan-Nya di tempat yang ditentukan yaitu hadirat-Nya. Amin.
Doa: Tuhan, mampukan kami sungguh-sungguh bersukacita di hadirat- Mu. Amin
Editor : Alfianne Lumantow