TEMA : PERAYAAN PONDOK DAUN
Ingat Tuhan, Ingat sesama
Bersukarialah pada hari rayamu itu, engkau beserta anakmu laki-laki dan perempuan, hambamu laki-laki dan perempuan, orang Lewi, juga pendatang, anak yatim dan janda yang di kotamu. (Ay. 14).
Sobat muda, apa yang terjadi jika tidak ada hari libur? Apa yang terjadi dengan tubuh kita, bila terus menerus belajar dan bekerja tanpa pernah berhenti.
Tentu tubuh dan pikiran akan lelah. Jika di dalam kelelahan itu, kita tetap memaksakan diri belajar dan bekerja, maka kita tak dapat lagi berfungsi secara optimal.
Itulah sebabnya, hari libur, rekreasi, serta refreshing perlu dilakukan secara berkala. Masalahnya, pada masa budaya kuno, masa libur ini tidak ada. Terlebih lagi bagi orang-orang terpinggir yang hidup sebagai hamba dan lainnya.
Dalam Firman Tuhan hari ini, Perayaan Pondok Daun adalah masa orang merayakan hasil panen dan pengenangan akan pengembaraan Israel di padang gurun. Dalam perayaan ini diingatkan untuk selalu mengasihi Tuhan dan sesama manusia.
Pada hari Sabat dan Perayaan Pondok Daun, Keluaran 23:12, Tuhan menyuruh Bangsa Israel untuk berhenti bekerja.agar para pekerja dan ternak mereka dapat beristirahat dan melepas lelah.
Sedangkan Ulangan 16:14 memperlihatkan bagaimana semua manusia harus mengisi Perayaan Pondok Daun dengan sukacita.
Di dalam mengingatrayakan cinta kasih Tuhan, ada juga perhatian dan kepedulian kepada sesama, apapun status mereka. Ingatan pada kasih Tuhan, diwujudkan juga keadilan bagi seluruh manusia dan ciptaan-Nya.
Tuhan tidak mengatakan "bersukarialah pada hari rayamu bersama keluarga dan temanmu." Melalui perintah- Nya, Tuhan justru mengingat mereka yang seringkali kita lupakan dalam kehidupan hari lepas hari: anak-anak, hamba, orang Lewi, pendatang, anak yatim, dan para janda.
Di dalam perintah-Nya, ada dorongan untuk mengingat mereka yang sering dilupakan dan bersukaria bersama mereka atas kasih yang Tuhan berikan. Maka, marilah kita juga menjalani hidup dengan memperhatikan sesama kita. Amin.
Doa: Ya Tuhan, mampukanlah aku untuk merayakan cinta kasih-Mu dengan memperhatikan sesamaku Amin.
Editor : Alfianne Lumantow