Pembacaan Alkitab : Ulangan 16:9-12
TEMA : PASKAH: BERBAGI BERKAT, MEMBANGUN SUKACITA
"Tujuh minggu harus kauhitung. Mulai dari waktu menyabit gandum yang belum ditual, haruslah engkau menghitung tujuh minggu itu" (ay. 9)
Jika pagi tadi kita belajar bahwa Paskah memberi kita identitas baru sebagai milik Tuhan, maka malam ini kita belajar bahwa identitas itu ada konsekuensinya. Ada ketetapan yang harus kita lakukan.
Pertama, kita diminta menghitung tujuh minggu. Apa maksudnya? Ini bukan sekadar menghitung hari, tapi menghitung berkat.
Orang dengan identitas baru adalah orang yang sadar akan penyertaan Tuhan dari benih sampai panen. Kita diingatkan bahwa sukses itu bukan instan, tapi hasil pemeliharaan Tuhan.
Kedua, rayakan syukur dengan persembahan sukarela. Perhatikan kalimatnya: "seimbang dengan berkat yang diberikan Tuhan". Di sini identitas baru kita diuji. Apakah kita masih pelit karena egois?
Orang yang sadar dirinya adalah milik Tuhan akan memberi dengan rela, karena dia tahu semua yang dia punya adalah pemberian. Ketiga, ayat 11 mengajarkan tentang sukacita diri yang membuka ruang bagi sesama.
Bersukacitalah bersama keluarga, para pelayan, pendatang, orang tidak mampu, anak yatim piatu, dan janda. Paskah mengajarkan kita untuk tidak menahan sukacita bagi kepentingan diri sendiri.
Dewasa ini kita mudah menjumpai kecenderungan manusia membangun sukacita di atas kesulitan orang lain, termasuk anggota keluarganya.
Orang tua bergelimang sukacita karena sukses, tetapi anak-anak mengalami kesepian. Atau sebaliknya, anak sukses membangun hidup bahagia tanpa peduli penderitaan orang tua
Juga sesama yang sibuk mencari fasilitas baru dengan berkatnya, tetapi mengabaikan kesulitan sesama sekitarnya. Paskah harusnya merombak egoisme ini! Identitas baru berarti sukacita kita harus menjadi sukacita bersama.
Terakhir, ayat 12 berkata: lakukanlah dengan setia. Identitas baru ini bukan emosi sesaat, tapi harus menjadi gaya hidup permanen. Amin.
Doa: Tuhan, mampukan kami berbagi berkat demi membangun sukacita bagi sesama. Amin
Editor : Alfianne Lumantow