Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Kamis, 9 April 2026, Ulangan 16:1-8  Roti Tak Beragi

Alfianne Lumantow • Selasa, 7 April 2026 - 20:06 WIB
logo gpib
LOGO GPIB

Pembacaan Alkitab : Ulangan 16:1-8

TEMA : ROTI TAK BERAGI

Mari mengingat penyertaan Tuhan pada masa-masa sulit kita.

Janganlah engkau makan sesuatu yang beragi besertanya. Selama tujuh hari engkau harus makan roti tidak beragi, roti penderitaan itu, sebab dengan terburu-buru engkau keluar dari tanah Mesir. Dengan demikian, seumur hidupmu engkau akan mengingat hari engkau keluar dari tanah Mesir (Ay. 3).

 

Paskah va Pangsa Tuhan nyata, keluarnya Bangsa Israel dari tanah Mesir. Penyertaan Tuhan nyata, Bangsa Israel harus mengingatrayakannya setiap tahun.

Pada bacaan Alkitab hari ini, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan untuk memeeringati hari Paskah Bangsa Israel.

 

Salah satu hal yang perlu disiapkan ialah roti tak beragi. Roti biasanya menggunakan ragi untuk membuatnya mengembang, namun roti tak beragi ini menjadi pengingat akan sulitnya Bangsa Israel saat hendak keluar dari tanah Mesir.

Waktu yang ada untuk mempersiapkan makanan begitu sempit, sampai-sampai roti yang dibawa tak sempat lagi diberikan ragi. Selain itu, roti tak beragi ini juga menjadi simbol kemurnian.

Ragi pada adonan masa itu dapat meningkatkan potensi bakteri berbahaya. Pada akhirnya, membuat roti tanpa ragi berarti Orang Israel membuat roti yang lebih murni dengan tingkat Kesehatan yang lebih baik.

Tentu, dengan adanya kesulitan dan tantangan yang dihadapi, maka semakin jelaslah pernyertaan Tuhan terhadap Bangsa Israel.

 

Paskah bagi kita saat ini tak hanya mengingatkan kita pada penyertaan Tuhan yang telah menebus dosa kita. Lebih dari itu, kita juga diajak untuk menjalani awal baru bersama Tuhan. Maka, pertanyaan bagi sobat muda saat ini ialah "Apakah kita sudah memulai awal yang baru bersama Tuhan?" dan "Sudahkah kita menghayati penyertaan Tuhan bahkan pada masa-masa tersulit kehidupan kita?"

 

Roti tidak beragi akhirnya lebih dari sekadar pengingat akan singkatnya waktu persiapan keluar dari Mesir. la juga menjadi pengingat akan pentingnya bergantung kepada Tuhan dalam susah maupun senang.

Jangan sampai di dalam kenyamanan hidup sehari hari, kita justru menjadi lupa akan kebaikan Tuhan dan menjadi sombong. Amin.

 

Doa: Ya Tuhan, murnikanlah iman kami di dalam-Mu. Mampukanlah kami untuk sepenuhnya bergantung pada diri-Mu saja. Terima kasih, Tuhan. Amin.

 

Editor : Alfianne Lumantow
#SABDA BINA PEMUDA #GPIB #Renungan Harian