Pembacaan Alkitab : 2 Korintus 5:11-16
TEMA : "HIDUP BAGI DIA YANG HIDUP"
"...supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka" (ay.15)
"Tujuan segenap kehidupan adalah kematian; kehidupan tidak lain adalah jalan melingkar ke arah kematian" (Sigmund Freud, Penemu Teori Psikoanalisa asal Austria).
Karena itu, Violetta Parra (Pencipta Lagu asal Chilie) mengatakan, "Janganlah menangis saat matahari menghilang sebab air mata tak akan membiarkan Anda melihat bintang-bintang."
Dua narasi saya tampilkan di sini mau mengatakan bahwa itulah kenyataan yang - mau ataupun tidak - setiap orang pasti alami, dan karena itu tak perlu disesali.
Meski demikian, ada realitas lain di balik pengalaman hidup kita kini dan di sini itu, yakni pengalaman religius yang kita sebut pengalaman iman.
Persekutuan hidup bersama dan di dalam Kristus menjadi realitas pengalaman iman kita.
Orang yang hidup di dalam Kristus sudah pasti bersatu dengan Kristus yang telah mati dan bangkit itu.
Itu berarti ada konsistensi kehidupan yang telah diperbarui, yaitu tidak lagi hidup untuk diri sendiri, tetapi untuk Dia yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.
Frase "untuk mereka" menunjukkan karya Allah secara eksklusif bagi orang-orang yang telah mengalami hidup Kristus, yakni tidak lagi hidup untuk diri sendiri.
Tetapi untuk Dia; tidak lagi menyenangkan diri sendiri, tetapi memakai seluruh hidup untuk menyenangkan Kristus.
Oleh kasih Kristus, orang-orang seperti ini telah mati dalam dosa dan pelanggaran mereka, dibebaskan oleh Kristus dari manusia lama dan masuk menjalani hidup baru.
Karena itu, Paulus menyatakan kepada orang Korintus bahwa tak beralasan mereka bermegah karena hal-hal lahiriah, bukan batiniah.
Di Jemaat lain Paulus mengajarkan bahwa hidup secara lahiriah lebih dikuasai oleh hawa nafsu (Ef 2:3; Kol.3:5), penuh kejahatan yang karena itu harus ditanggalkan (Kol.3:9-11).
Seperti Paulus, hendaknya kita tidak lagi hidup menyenangkan diri sendiri. Sebaliknya, memakai hidup ini untuk menyenangkan Kristus.
Jangan lagi menjadikan diri kita sebagai pusat perhatian dan tujuan hidup serta perbuatan kita satu-satunya, tetapi Kristus menjadi dasar seluruh hidup kita, Hidup kita harus diabdikan bagi Kristus. Amin.
Doa: Ya Kristus, mampukan kami hidup untuk tidak menyenangkan diri kami sendiri, tetapi mau hidup bagi-Mu yang telah hidup bagi kami. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow