Pembacaan Alkitab : Yohanes 10: 14-15
TEMA : DIKENAL DAN DIKASIHI SAMPAI MENGORBANKAN DIRI
Di kayu salib, Yesus membayar penuh harga yang tidak akan pemah sanggup kita bayar
"Sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba Ku" (Ay.15)
Hari ini kita memasuki momen Jumat Agung, peristiwa penyaliban Tuhan Yesus demi keselamatan dunia, tetapi juga sebenamya hal itu juga diberikan kepada kita secara pribadi.
Yohanes katakan, Yesus mengenal kita, la tahu nama kita, kebiasaan kita, luka yang kita hendak sembunyikan dan bahkan la tahu dosa yang kita tidak mau orang lain tahu.
Terkadang kita takut orang lain tahu akan hal ini karena kalau mereka tahu, mungkin mereka akan meninggalkan kita. Kita akan ditinggalkan dan hidup sendirian.
Tetapi Yesus berbeda, Yesus tahu semuanya dan meski begitu Yesus tetap berkata: "Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba Ku".
Yesus tetap memilih jalan salib karena besarnya cinta yang la miliki bagi kita.
Bagi Yesus, mengenal segala keburukan kita, tidak menjadi alasan untuk menjauhkan kasih-Nya dari kita.
Tetapi sebaliknya menjadi alasan untuk makin mendekat, makin mencintai, bahkan sampai menyerahkan nyawa-Nya untuk memberikan pengampunan dan keselamatan.
Jumat Agung bukan hanya tentang Yesus telah mati dan mengorbankan nyawa-Nya untuk umat manusia, tetapi Yesus mati untuk kamu secara pribadi, juga untukku.
Yesus mati bukan karena la pantas mendapatkan hal tersebut, tetapi karena la mau dan mengasihi kita dengan seluruh hidup-Nya.
Melalui kasih Tuhan Yesus ini, mari kita renungkan dan tanyakan dalam diri kita.
Apakah belum cukup kasih-Nya bagi kita untuk membuat kita berharga dan bernilai?
Lalu, hidup yang berharga dan bernilai ini akan aku pergunakan untuk apa?
Di peristiwa Jumat Agung ini, kita diingatkan agar semakin meneguhkan komitmen kita untuk menghasilkan karya yang berharga dan bernilai bagi orang lain bahkan bagi seluruh ciptaan. Amin.
Doa: Gembala yang baik. Engkau mengenalku dan mengasihiku, kiranya aku senantiasa merasa cukup dan membalasnya dengan karya yang terbaik Amin.
Editor : Alfianne Lumantow