Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Tiongkok Timbun 900 Juta Barel Minyak, Upaya Mengatasi Krisis Energi Global

Pratama Karamoy • 2026-04-01 16:40:32
STOK MELIMPAH: Kapal tanker minyak berlabuh di Pelabuhan Yantai, Provinsi Shandong, Tiongkok.
STOK MELIMPAH: Kapal tanker minyak berlabuh di Pelabuhan Yantai, Provinsi Shandong, Tiongkok.

 

 

BEIJING – Konflik di Iran yang berdampak pada penutupan efektif Selat Hormuz memicu lonjakan harga energi global. Jalur vital tersebut selama ini dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia, sehingga gangguan distribusi langsung menekan pasar internasional.

Dilansir dari BBC, perang di Iran dan penutupan Selat Hormuz menyebabkan biaya bahan bakar melonjak tajam dalam sebulan terakhir. Kenaikan harga minyak global tersebut turut dirasakan di berbagai negara.

Tiongkok sebagai importir minyak terbesar dunia memilih memperkuat cadangan energi. Negara tersebut telah menimbun hingga sekitar 900 juta barel minyak, meski jumlah itu hanya mencukupi sekitar tiga bulan impor. Untuk menjaga harga dalam negeri, pemerintah dilaporkan memerintahkan kilang minyak menghentikan sementara ekspor bahan bakar.

 

Baca Juga: Curangi TKA, Nilai Langsung Nol

 

Inggris Siapkan Bantuan untuk Masyarakat

Di Inggris, harga bahan bakar melonjak signifikan. Organisasi otomotif RAC menyebutkan bahwa harga bahan bakar minyak telah mencapai level tertinggi dalam 18 bulan terakhir akibat kenaikan harga minyak global. Pemerintah setempat bahkan menyiapkan intervensi jika ditemukan praktik pengambilan keuntungan berlebih, meski hal itu dibantah oleh asosiasi pengecer. Selain itu, bantuan senilai 53 juta poundsterling disiapkan bagi rumah tangga berpenghasilan rendah yang menggunakan minyak pemanas.

India juga bergerak cepat. Kementerian Perminyakan India pada 26 Maret menyatakan telah mengamankan pasokan minyak mentah untuk 60 hari ke depan. Pemerintah mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian panik. Meski hampir separuh impor minyak India melewati Selat Hormuz, pemerintah menegaskan bahwa volume minyak mentah yang tinggi di pasar internasional telah lebih dari cukup.

 

Irlandia Pangkas Pajak BBM

Di Irlandia, pemerintah memangkas pajak bahan bakar minyak dan solar sebagai bagian dari paket energi senilai 235 juta euro. Kebijakan tersebut juga mencakup penangguhan pungutan cadangan minyak nasional serta perpanjangan bantuan pemanas bagi penerima kesejahteraan sosial selama empat minggu.

Sementara itu di Filipina, pemerintah memperingatkan pelaku usaha agar tidak memanfaatkan krisis untuk meraup keuntungan. "Semua orang sedang mengalami kesulitan akibat krisis ini, jangan sampai ada yang mengambil keuntungan dari situasi," kata Direktur DTI-Cordillera Raymond Panhon.

Selain itu, pemerintah Filipina bersama pelaku industri sepakat menahan kenaikan harga barang kebutuhan pokok. "Tidak akan menaikkan harga barang kebutuhan pokok hingga 16 April," kata Juru Bicara Istana Filipina Claire Castro seperti dilansir dari Inquirer.net. (lyn/gas)

Editor : Pratama Karamoy
#global