LONDON – Inggris menjadi negara pertama yang menguji sistem navigasi kuantum pada kereta jalur utama. Langkah tersebut bakal membuka jalan bagi pengurangan ketergantungan terhadap global positioning system (GPS) yang berbasis satelit.
Uji coba berlangsung 3 Maret lalu di layanan Great Northern. Teknologi yang diuji adalah Railway Quantum Inertial Navigation System (RQINS). Sistem berbasis sensor kuantum itu mampu melacak posisi kereta secara presisi tanpa bergantung pada sinyal satelit.
Inovasi itu menjawab salah satu kelemahan utama GPS. Selama ini, sistem navigasi satelit kerap kehilangan akurasi ketika kereta melintas di terowongan, kawasan perkotaan padat, atau area dengan gangguan sinyal tinggi.
RQINS bekerja tanpa mengandalkan sinyal dari luar. Sistem itu menggunakan sensor kuantum ultra-sensitif untuk mendeteksi perubahan sangat kecil pada gerakan dan rotasi kereta sehingga posisi dapat dipantau secara berkelanjutan. Dengan teknologi itu, pelacakan tetap bisa berjalan bahkan ketika sinyal satelit hilang.
Baca Juga: Israel Halangi Kardinal Pimpin Misa Minggu Palma di Yerusalem
Menteri Negara Transportasi Inggris Lord Peter Hendy menyatakan, uji perdana tersebut merupakan kelanjutan tradisi panjang inovasi perkeretaapian Inggris. "Selama lebih dari dua abad, perkeretaapian Inggris telah melahirkan teknologi yang membentuk dunia modern. Pengembangan navigasi kuantum melanjutkan warisan tersebut," ungkap Hendy sebagaimana dikutip Interesting Engineering kemarin (30/3).
Perangkat RQINS dipasang pada kereta yang dioperasikan Govia Thameslink Railway (GTR). Selama pengujian, sistem mengumpulkan data operasional nyata untuk mengukur performanya dalam kondisi jaringan nasional yang sesungguhnya. (din/dri)
Editor : Pratama Karamoy