Polisi Usut Penemuan Mayat di Perkebunan Rurukan

  • Bagikan
Polisi saat melakukan olah TKP di Perkebunan Rurukan, lokasi penemuan jenazah tanpa identitas, akhir pekan lalu. (Dok Istimewa) 

JAGOSATU.COM- Masyarakat Kelurahan Rurukan, Kecamatan Tomohon Timur dibuat heboh dengan penemuan mayat, akhir pekan lalu. Mayat berjenis kelamin laki-laki itu, ditemukan kali pertama oleh saksi Andre Lengkong, warga Kelurahan Kolongan, sekira Pukul 12.30 WITA, Sabtu (4/2).

Saksi Andre Lengkong dan rekannya, yang kebetulan bekerja di sekitar area penemuan mayat. Awalnya hendak mengecek tanaman kopi, yang ditanam di seputaran perkebunan Rurukan atau Gunung Mahawu milik Keuskupan Manado.

“Bukannya mendapatkan barang yang dicari, kedua saksi malahan mencium aroma busuk menyengat. Penasaran dengan bau itu, mereka pun menelusuri hingga akhirnya menemukan sesosok mayat yang sudah dikerubungi belatung,” ungkap Kapolsek Tomohon Tengah Kompol Arie Prakoso.

Kaget dengan apa yang ditemukan itu, keduanya memutuskan meninggalkan TKP dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib.

Tak berselang lama, dilanjutkan Kompol Arie Prakoso, pihaknya langsung menuju ke TKP dan melakukan pengumpulan informasi dan bahan keterangan.

“Menerima laporan masyarakat, kepolisian dalam hal ini Polsek Tomohon Tengah kemudian mendatangi TKP, mengamankan TKP, berkoordinasi dengan pemerintah dan keluarga, kemudian mengevakuasi korban. Saat ditemukan kondisi korban sudah dalam keadaan nyaris tidak dapat dikenali sebagian 90 persen tubuh korban sudah menjadi tulang. Hanya kaki dan sebagian tangan sedang dalam proses pembusukan,korban ditemukan dalam posisi tertelungkup dalam keadaan tidur menyamping, dengan tangan kanan berada di bawah menghadap ke barat. Korban mengenakan kaos hitam, jaket warna abu-abu dan celana warna biru lengan pendek dan kemeja warna biru dongker,” beber Kompol Arie.

Sembari menambahkan, saat ini jasad korban, telah dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan otopsi. Guna mencari tahu penyebab kematian korban.

“Perlu dilakukan otopsi untuk mengetahui penyebab kematian dan lakukan lidik untuk mencari tahu identitas korban. Untuk penyelidikan dan penyidikan, sudah kami koordinasikan dengan Polres Minahasa. Dikarenakan, adanya dugaan kuat, korban merupakan orang yang hilang sejak 24 Januari. Korban diidentifikasi warga Kelurahan Papakelan, Kabupaten Minahasa,” pungkasnya.

Terpisah, Kapolres Minahasa AKBP Tommy Souissa SIK melalui Kasat Reskrim AKP Edy Susanto menyebut, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak Polres Tomohon terkait kasus penemuan mayat di Gunung Mahawu.

“Jadikan mayat ditemukan di Mahawu, wilayah hukum Polres Tomohon, jadi nanti join investigasi. Koordinasi akan kita terus lakukan,” kata Susanto.

Menurut dia, proses autopsi juga dilakukan oleh Polres Tomohon, namun pihak Polres Minahasa dan Polres Tomohon akan saling tukar informasi untuk pengungkapan kasus.

“Intinya sampai saat ini pun kami masih melakukan penyelidikan,” sebut dia kepada Manado Post, Minggu (5/3).(yol)

  • Bagikan