SMRC: Penilaian Publik Negatif Atas Kinerja Pemerintah Menanggulangi Covid-19 3 Bulan Terakhir

  • Bagikan
Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC)

JAGOSATU.COM – Penilaian publik atas kinerja pemerintah pusat dalam menanggulani wabah Covid-19 mengalami penurunan dalam tiga bulan terakhir. Demikian temuan survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) bertajuk “Kondisi Ekonomi-Politik dan Kinerja Pemerintah: Evaluasi Publik Nasional” yang disiarkan melalui kanal YouTube SMRC TV, pada 30 Maret 2022.

Video utuh pemaparan hasil survei tersebut bisa disimak di sini: https://youtu.be/J560w07HKZY

Hasil survei yang dipresentasikan Direktur Riset SMRC, Deni Irvani, ini menunjukkan bahwa sekitar 62,2 persen warga mengaku cukup atau sangat puas dengan kinerja pemerintah pusat dalam menangani wabah Covid-19. Sementara yang merasa kurang atau tidak puas sama sekali sebesar 35,1 persen.

Deni menunjukkan bahwa dalam tiga bulan terakhir, tingkat kepuasan publik pada kinerja pemerintah terkait penanganan pandemi mengalami kemerosotan.

“Publik yang puas pada kinerja pemerintah di bidang ini menurun dari 74,9 persen pada Desember 2021 menjadi 62,2 persen pada Maret 2022. Sementara yang menilai negatif mengalami pertambahan dari 21,9 persen (Desember 2021) menjadi 35,1 persen (Maret 2022),” papar Deni.

Deni menjelaskan bahwa penurunan tingkat kepuasan publik ini konsisten dengan perkembangan tingkat infeksi Covid 19 yang mengalami peningkatan. Pada Desember 2021, menurut data Worldometers, jumlah konfirmasi harian Covid 19 di Indonesia sudah sangat rendah, mendekati nol kasus per hari. Tapi sejak Februari dan Maret 2022, angka kasus harian mengalami lonjakan sampai 60 ribu kasus perhari.

Survei ini dilakukan pada 1220 responden yang dipilih secara acak dengan metode multistage random sampling terhadap keseluruhan populasi atau warga negara Indonesia yang sudah memiliki hak pilih, yakni mereka yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah. Response rate (responden yang dapat diwawancarai secara valid) sebesar 1027 atau 84%. Sebanyak 1027 responden ini yang dianalisis. Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar ± 3,12% pada tingkat kepercayaan 95% (asumsi simple random sampling). Wawancara terhadap responden dilakukan secara tatap muka pada 13 – 20 Maret 2022. (*)

  • Bagikan