JADI KPK BERBOHONG? Anak Buah AHY di Demokrat Bilang Andi Arief Belum Terima Surat Panggilan

  • Bagikan
Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri

JAGOSATU.COM-Juru Bicara Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra memastikan Andi Arief belum menerima surat panggilan dari KPK.

Bahkan, kata Herzaky, sampai hari ini Ketua Bappilu Demokrat itu belum menerima surat dari KPK.

“Sampai dengan saat ini kader kami belum menerima surat panggilan tersebut,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (29/3/2022).

Herzaky mengatakan, Andi Arief akan kooperatif, jika memang ada surat diterimanya.

Apalagi, lanjut anak buah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu diperlukan keterangannya untuk memperjelas perkara yang tengah ditangani oleh KPK.

“Selama memang berlandaskan aturan hukum yang berlaku, dan diperlukan untuk memperjelas kasus hukum yang sedang ditangani oleh KPK, kader kami siap hadir,” tuturnya.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah cuitan Ketua Bapilu Partai Demokrat, Andi Arief.

Itu terakit protes Andi Arief yang menyebut surat panggilan penyidik KPK terhadap dirinya hoax.

Dalam surat panggilan itu KPK memanggil Andi Arief untuk dilakukan pemeriksaan sebagai saksi.

Atas kasus suap barang adan jasa serta izin lahan di Pemkab PPU, Kalimantan Timur oleh Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Gafur Mas’ud.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan bahwa surat panggilan tersebut tidak hoax.

“Tidak hoax surat panggilan itu benar,” kata Ali kepada wartawan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (28/3/2022).

Anak buah Fikri Bahri itu mengatakan, surat tersebut dikirim pada Andi Arief 23 Maret dan 24 Maret.

Ia juga menyebutkan surat panggilan itu sudah diterima sesuai alamat yang dikirim ke Jalan Cipulir, Jakarta Selatan.

“Didata kami memang tertulis wiraswasta dan Wasekjen Partai Demokrat gitu ya (sebelum Andi Arief jabat Ketua Bappilu),” ujarnya.

Menurutnya, jika Andi Arief belum merasa menerima surat panggilan tersebut dengan alasan ganti alamat.

Ali pun memintannya untuk menyerahakan kepada KPK alamat terbarunya.

“Kalau kemudian merasa belum menerima ataupun ada alasan lain misalnya punya alamat lain ya, ya tentu silakan disampaikan kepada kami,” ucapnya.

Ali mengatakan, bahwa penyidik KPK dalam pemanggilan setiap saksi itu karena diperlukan keterangannya.

Untuk memperjelas perbuatan tersangka yang telah ditetapkan KPK.

Bila saksi yang dipanggil merasa tidak terlibat dalam perkara kasus dugaan korupsi, tentu dapat pula disampaikan kepada penyidik KPK.

“Silakan kooperatif hadir kemudian disampaikan langsung di hadapan penyidik dan menjadi jelas,” tutur Ali.(pojoksatu)

  • Bagikan