Februari Rp1,3 Triliun, Gubernur OD Berhasil Geliatkan Ekspor

  • Bagikan
Olly Dondokambey

JAGOSATU.COM- Pandemi Covid-19 yang melanda seantero dunia termasuk di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) tak membuat Gubernur Sulut Olly Dondokambey (OD) kehabisan akal.

Bahkan di tengah melemahnya ekonomi di banyak daerah, hal itu tak berlaku di Bumi Nyiur Melambai. Pasalnya di tengah pandemik Covid-19, Gubernur OD berhasil menggeliatkan ekspor Sulut.

Hal ini terlihat dari persentase nilai ekspor yang mencapai 91,35 juta USD atau setara dengan Rp1.305.386.932.500, untuk Februari kemarin. Sementara untuk nilai impor berada di angka 17,19 juta USD, atau setara Rp245.629.629.000. (Asumsi kurs, Rabu 16/3). Itu artinya, neraca perdagangan Sulut kembali mengalami surplus.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut Asim Saputra menyebutkan, nilai ekspor Sulut mengalami peningkatan yang cukup tinggi dibandingkan periode Januari. Di mana untuk ekspor hanya di angka 60,64 juta USD atau Rp 866.627.464.000, dan impor senilai 8,00 juta USD atau Rp114.330.800.000.

Dia menyebutkan, komoditas ekspor nonmigas terbesar pada Februari masih dipegang Lemak dan Minyak Hewan/Nabati (HS 15), senilai US$ 61,13 juta (66,92% dari total ekspor), sedangkan untuk komoditas impor terbesar adalah Bahan Bakar Mineral (HS 27), senilai US$ 13,23 juta (76,92% dari total impor).

“Sementara, tujuan ekspor nonmigas terbesar Sulawesi Utara pada Februari 2022 adalah Amerika Serikat sebesar US$ 36,19 juta (39,62% dari total ekspor). Sedangkan Singapura menjadi negara pemasok terbesar pada bulan Februari 2022 sebesar US$ 8,52 juta (49,57% dari total impor),” jelasnya.

Asim menekankan, ada banyak hal yang bisa mendorng ekspor Sulut agar lebih kuat lagi. Antara lain, dengan memperbaiki kualitas daging ikan olahan dan komoditas perkebunan rakyat. Karena itu menjadi potensi ekspor terbesar.

“Kita sudah memiliki Direct Call Manado- Jepang, dan Manado-Singapura. Ini adalah kesempatan yang sangat baik bagi para pengusaha, eksportir ataupun para penghasil komoditas untuk memperbaiki kualitas barang yang akan di ekspor. Agar memenuhi standar yang ditetapkan negara yang dituju. Jika semua hal ini diperhatikan, kita optimis ekspor Sulut akan terus mengalami peningkatan,” yakinnya.

Lanjutnya, keberadaan Direct Call ini sebenarnya tidak hanya meningkatkan kapasitas ekspor, tapi juga ada fungsi lain untuk mempercepat ekspor. Karena menurtunya, kecepatan pengiriman juga merupakan faktor pendrong meningkatnya kapasitas. Semakin bagus kualitas produk kita, semakin bagus juga penerimaan di negara tujuan.

Gubernur OD menilai, posisi Sulut yang sangat strategis harus bisa dimanfaatkan sebagai peluang untuk meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi (PE) di Tanah Bumi Nyiur Melambai dengan melakukan kerjasama dengan beberapa negara.

“Jadi saya sebelum menjadi gubernur, sudah 11 tahun duduk di DPR RI di Komisi XI mengelola anggaran negara. Dan saya lihat di Sulut, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sangat kecil hanya di angka 3 triliun lebih. Sehingga muncul ide-ide apa yang harus dilakukan agar membawa Sulut menjadi salah satu daerah penyumbang devisa. Dan ternyata dengan letak geografis dan geopolitik Sulut, sangat dekat dengan Asia Pasifik, ternyata akan sangat menguntungkan bagi daerah,” tuturnya.

Gubernur OD juga mengatakan, dengan strategis posisi Sulut, menjadi sasaran dirinya untuk meningkatkan ekonomi daerah. “Kalau kita hitung, jarak tempuh Jakarta-Hongkong dan Bitung-Hongkong, ternyata sama. Nah inilah salah satu yang membuat motivasi, kenapa saya harus lakukan hal yang baru. Untuk menjual Sulut khususnya Indonesia, langsung ke gerbang Asia Pasifik. Ini adalah cerita awal kenapa saya ingin menjadi gubernur,” katanya.

OD juga menuturkan, posisi Sulut yang strategis tersebut telah dibuktikan dengan didatangkannya turis asal Tiongkok ke Sulut. “Itu yang pertama saya lakukan. Lihat saja kunjungan mereka waktu itu. Sangat tinggi. Bahkan tertinggi di Indonesia. Ini hal pertama yang kita lakukan. Itu kita lakukan, tanpa kita melihat infrastruktur Pariwisata di daerah. Karena kalau kita berpikir ayam dan telur, pasti lama. Jadi lebih baik saya buka pintu dahulu, sehingga hal-hal yang bisa kita lihat sekarang. Apa yang kurang kita tambah,” jelasnya.

PE Sulut juga ditargetkan Gubernur OD, pada semester kedua sudah lebih baik dari saat ini. “Tentu ini satu hal yang tentunya sangat membanggakan disaat pandemik Covid-19 angka PE kita naik. Kemudian angka penularan Covid-19 di Sulut juga sekarang bisa dibawa dua digit. Saya kira inilah motivasi saya, sehingga tourism jalan trading juga jalan. Dan kita lakukan penetrasi-penetrasi. Salah satu contohnya adalah kita sudah kembali melanjutkan kerjasama dengan Garuda Indonesia terkait ekspor langsung. Agar trading kita terus jalan, tanpa menunggu pandemik Covid-19 ini bisa selesai,” kuncinya.(ewa/ayu)

  • Bagikan