Mantan Sekprov hingga Miss Indonesia Merapat ke Partai Demokrat

  • Bagikan
Elly Engelbert Lasut

JAGOSATU.COM— Partai Demokrat Sulawesi Utara (Sulut) ingin menebus kehilangan kursi pada Pileg 2019 lalu di DPR RI. Usaha demi usaha mulai digencarkan partai yang dipimpin Elly Engelbert Lasut (E2L) ini untuk bisa mencuri kursi di Pileg 2024 nanti.

E2L saat diwawancarai Manado Post mengatakan, pihaknya akan melalui pelantikan pengurus DPD dulu kemudian dilanjutkan dengan Musyawarah Cabang, lalu masuk pada rekrutmen caleg.

“Untuk DPR RI, tentu kami punya target. Tapi untuk orang-orangnya masih dihitung-hitung. Sebab ada persyaratan yang sementara disusun. Kalau DPR RI persyaratan disesuaikan dengan kondisi di Sulut,” kata Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud ini. Kalau persyaratan sudah selesai, lanjutnya, Demokrat akan merekrut figur-figur. “Memang sudah ada beberapa orang yang mendaftarkan, mengajukan diri. Tapi belum bisa ambil kesimpulan karena kita harus perlihatkan persyaratan dan ikut mekanismenya,” terangnya.

Partai Demokrat saat ini telah mempunyai figur-figur yang dikenal dan populer. Bergabungnya mantan Sekprov Rahmat Mokodongan dengan mantan Bupati Hamdan Datunsolang, Karel Bangko, Sompie Singal, Wakil Bupati Boltim Oskar Manopo, juga Engel Tatibi, membuat partai berlambang bintang mercy ini memiliki peluang besar merebut kursi di Senayan. Apalagi ditambah figur-figur seperti Mor Bastiaan dan Harley Mangindaan. “Mereka figur-figur yang saat ini ada di Demokrat Sulut. Bahkan akan dilantik pengurus nanti. Kemudian kita juga punya figur milenial seperti Amalia Landjar, Miss Indonesia Ivhanrel Sumerah. Kemudian Mantan Ketua Nasdem Sulut Meidy Sumerah, Panglima Panji Josua Manado Roger Mamesah, Billy Lombok dari tokoh GMIM dan lainnya,” paparnya.

Sementara itu, dalam rangka persiapan pemilu 2024, PAN Sulut telah membentuk infrastruktur berkaitan dengan pemenangan. Yakni Komite Pemenangan Pemilu Daerah (KPPD). Hal itu disampaikan Ketua DPW PAN Sulut, Bobby Daud.

“Sudah terbentuk (KPPD) di 15 kabupaten/kota. Itu bagian dari modal dasar PAN dalam mempersiapkan pencalegkan. Sebab semuanya terproses nanti di KPPD dan KPPW untuk DPR RI,” kata Boda sapaan akrab Bobby.

Ketua Fraksi PAN di DPRD Kota Manado ini menerangkan, khusus DPR RI sementara dikomunikasikan dan mecari format yang baik. “PAN memang jauh sebelumnya sudah siapkan kader untuk caleg di DPR RI. Tapi tentu PAN punya target di seluruh tingkatan,” terangnya. Khusus DPR RI, PAN membuka ruang pada tokoh masyarakat. Misalnya mantan kepala daerah dan lainnya. “Kalau di internal kemungkinan ada nama Ayub Ali, dan Sehan Landjar. Namun, setiap kader PAN siap ditempatkan dimana saja. Dan PAN target 1 kursi untuk DPR RI,” tutupnya.

Partai Gerinda Sulut masih enggan berbicara terkait persiapan di Pileg 2024. Ketua Gerindra Sulut Conny Rumondor saat akan diwawancarai lewat sambungan telpon dari salah satu pengurus DPD menegaskan tak ingin berbicara. “Saya tak mau berbicara,” singkatnya.

Pengamat politik di Sulut Alfons Kimbal menilai peluang 6 kursi di Sulut harus dilihat dengan beberapa hal. Pertama mesin politik. “Dilihat dari konteks mesin parpol atau kekuatan partai. Bagaimana kekuatannya di Sulut untuk mengusung calon. Kemudian figur. Harus ada korelasi. Figur membutuhkan partai, sebaliknya partai membutuhkan figur juga. Elektabilitas partai bisa didukung figur. Begitu juga sebaliknya,” terangnya.

Partai Demokrat, PAN dan Gerindra menurutnya ada peluang. Meskipun berat. Namun, tinggal bagaimana strategi yang dilakukan 3 partai tersebut. “Contoh Demokrat. Dengan hadirnya beberapa tokoh-tokoh birokrat dan didukung figur-figur populer, itu sangat menguntungkan. Jadi bisa mempengaruhi. Terlepas lagi dari pak Elly yang jadi ketua partai dan Bupati di Talaud yang dimana memiliki modal menaikan suara,” ucapnya.

Untuk Gerindra, akademisi Universitas Sam Ratulangi ini mengaku memang belum kelihatan bergerak. “Tapi kalaupun Prabowo menjadi capres, itu berpengaruh. Sebab situasinya lain. Apa lagi konteksnya kita lihat Prabowo orang Sulut. Namun kembali lagi apakah Prabowo mempengaruhi pemilih untuk mendukung caleg Gerindra ke DPR RI. Jadi tinggal dilihat siapa figur yang akan diusung,” jelasnya.

Sama halnya di PAN. Belum juga terlihat ada pergerakan. Tapi, menurutnya, terlepas dari figur dan mesin partai, ada satu aspek yang juga menentukan. Yakni kepemimpinan politik. “Maksudnya di sini ketua-ketua partai itu sendiri. Itu juga menentukan. Jadi Intinya sulit diprediksi, namun ada peluang,” tandasnya.

Yang terpenting, ditambahkan Kimbal, terlepas dari mesin partai, figur dan kepemimpinan politik, bagaimana juga kesiapan partai dalam memasang strategi. “Seperti Demokrat. Apalagi banyak figur bagus yang gabung. Ini memperkuat. Tapi tentunya harus bergerak dari awal untuk mendorong figur dalam pileg 2024 nanti,” tutupnya.(gel/ctr-09)

  • Bagikan