Minta Umat Jangan Terpancing, Yahyah Waloni Ungkap Penyebab Dipenjara, Ternyata Karena Bela UAS

  • Bagikan
Yahya Waloni

JAGOSATU.COM–Ustaz Yahya Waloni mengingatkan umat agar tidak perpancing dengan isu-isu yang memicu pertikaian. Apalagi menjelang Pemilu 2024.

“Jadi memang harus kita pahami sejak dari… berkuasa sampai selesai tahun 2024, tidak ada yang disisakan di dalam pemerintahan ini, kecuali pertikaian, pertengkaran, dan perkelahian,” ucap Yahya Waloni, dikutip Pojoksatu.id dari kanal YouTube YouTube Hadits TV, Selasa (8/3).

“Nah kita sebagai masyarakat harus dewasa, jangan terpancing. Kami orang-orang yang sudah terpancing, ujungnya apa? Kami ditangkap. Kami dipenjarakan tanpa ada masalah. Kami dipenjarakan cuma karena dendam emosi agama,” tambahnya.

Yahya Waloni dipenjara selama lima bulan karena kasus penistaan agama. Ia dinyatakan bebas pada 31 Januari 2022.

“Padahal sudah saya katakan kepada orang-orang Kristen kalau tidak senang sama saya, jangan lapor ke polisi, lapor kepada Yesus,” beber Yahya.

“Dan tidak ada dalil hukum untuk menjerat orang seperti kami. Dan kami bangga-bangga saja masuk penjara,” imbuhnya.

Menurut Yahya, ada orang masuk penjara karena kejahatan, ada juga yang masuk penjara karena pilihan Allah. “Begitu juga para nabi. Nabi-nabi masuk penjara karena pilihan Allah,” kata Yahya.

Yahya menceritakan penyebab dirinya masuk penjara. Awalnya dia hanya membela Ustaz Abdul Somad (UAS) karena dilaporkan ke polisi pada 2019 lalu.

“Gak ada yang bela Ustaz Somad, saya sendiri yang bela. Dan saya katakan dalam video itu, jangan ustaz Somad yang ditangkap, saya yang ditangkap,” tegasnya.

Yahya mengaku ditangkap polisi dalam keadaan sakit, sepulang dari Padang. “Kepolisian yang mau nangkap tadinya cuma 27 orang, berubah menjadi jadi 19 mobil,” katanya.

Menurut Yahya, jangankan 27 orang, satu polisi pun yang datang, dia akan kooperatif. Ia siap untuk dipenjara.

Yahya menyatakan dirinya menghadapi masalah hukum sampai tuntas tanpa didampingi penasihat hukum. “Sebagai seorang ustaz, kami anti untuk dibela oleh sama-sama makhluk,” ucapnya.

Ia menegaskan banyak yang menawarkan diri untuk menjadi penasihat hukum, tapi semuanya dia tolak.

“Saya katakan, saya hanya bergantung kepada Allah. Tidak pernah pakai pengacara. Dari awal sampai selesai persidangan, saya tidak pernah pakai pengacara,” tandas Yahya. (one/pojoksatu)

  • Bagikan