MENYENTUH! Ternyata Ini Alasan Ganjar Pranowo Nekat Gunduli Rambutnya

  • Bagikan
Ganjar Pranowo. (HUMAS PEMPROV JATENG)

JAGOSATU.COM–Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menepati janji cukur gundul. Itu dilakukan sebagai dukungan kepada anak-anak pejuang kanker saat merayakan Hari Kanker Anak Sedunia.

Ganjar mencukur gundul rambutnya di rumah dinas. Juga, turut serta bergabung secara virtual pada pelaksanaan kegiatan Berani Gundul 2022 yang terpusat di Pollux Mall Paragon, Semarang. “Ini kita semua ngikut Mas Andy nih,” ujar Ganjar menyapa Andy F. Noya, jurnalis senior yang juga seorang aktivis sosial.

Dalam kesempatan itu, Ganjar juga menyapa sejumlah anak penderita kanker yang bergabung secara virtual. Mereka berasal dari Manado, Surabaya, hingga Semarang. ’’Wah ini keren, sebentar lagi saya ikut gundul nih. Semangat ya,” katanya menyemangati.

Ganjar mengatakan, aksi Berani Gundul yang dilakukan dalam rangka peringatan Hari Kanker Anak Sedunia itu wujud dari empati dan solidaritas kepada para penyintas kanker. ’’Jadi, kalau rambut itu kan bisa tumbuh lagi, mau dipotong kayak apa pun kan bisa tumbuh lagi. Tapi, membangun empati solidaritas menurut saya penting,” ujarnya.

Ganjar sendiri tak asing dengan peringatan Hari Kanker Anak Sedunia. Sejak 2019, dia telah berpartisipasi meski tak ikut gundul dan hanya memotong sedikit dari rambutnya sebagai simbolis. ’’Solidaritas gaya anak-anak muda itu menurut saya keren, membangun empati dengan berani gundul kemudian memberikan donasi,” tuturnya.

Soal rambut barunya, Ganjar mengaku sudah beberapa kali cukur gundul dengan menyisakan satu sampai tiga sentimeter. Dia merasa lebih ringan dan sejuk. Ketika ditanya, hanya satu kata yang dikatakan Ganjar. ’’Isis,’’ selorohnya.

Andy F. Noya dalam kesempatan itu berterima kasih kepada Ganjar yang mau mengikuti aksi Berani Gundul. Andy berharap aksi Ganjar memantik kepala daerah lain sehingga donasi yang didapat juga makin banyak.

Sementara itu, dalam Berani Gundul yang digelar Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) di Pollux Mall Paragon, Asrida Ulinuha, salah seorang peserta perempuan, berhasil menggalang lebih dari Rp 20 juta dari aksi plontos rambut.

Perempuan pengelola Warung Kopi Alam di Jalan Singosari itu mengaku senang dapat bergabung dalam aksi solidaritas itu. Dia bahkan menyebut, memiliki rambut gundul justru adem. Galang donasi masih terus dibuka meski pencukuran telah selesai. Lalu, dana yang terkumpul akan disalurkan untuk anak-anak penyintas kanker.

Menurut Ulin, bila rambutnya dapat bermanfaat bagi orang lain, dia rela menggundul kepalanya. Sebab, bagi dia, rambutnya dapat tumbuh kembali di kemudian hari. Di samping itu, dia ingin menunjukkan empati dengan merasakan hal yang dialami para penyintas kanker. ’’Orang kanker malah nggak punya pilihan mau gundul atau nggak,” katanya.

’’Saya sudah pernah gundul saat sakit, dan saya ndablek nggak malu, sekarang saya ingin gundul untuk menemani para penderita kanker lainnya,” ungkapnya.

Ketua YKAKI Semarang Vita Mahaswari mengatakan, ada ribuan anak Indonesia yang terkena kanker. Pihaknya telah melakukan banyak aksi untuk mendukung anak-anak penyintas kanker.

Tahun ini, dia mengakui banyak dukungan membanjiri, termasuk dari kalangan pejabat dan tokoh masyarakat. ’’Kami ingin membantu meningkatkan ketahanan anak penyintas kanker, seperti tema yang kami usung, better survival is achievable,” katanya, seraya menambahkan dalam aksi kemarin terkumpul donasi sekitar Rp 80 juta.(Jawapos)

  • Bagikan