Korupsi APBDes Tombolikat Makin Merajalela, Polisi Diminta Usut, Kerugian Negara Ratusan Juta

  • Bagikan
Ilustrasi korupsi (Jawa Pos)

JAGOSATU.COM – Dugaan korupsi APBdes Desa Tombolikat, Kecamatan Tutuyan, Bolaang Mongondow Timur (Boltim) kian merajalela.

Warga pun meminta Polres Boltim segera tindak lanjut laporan mereka atas dugaan kasus korupsi yang dilakukan kepala desa (sangadi) dan sejumlah aparatnya.

Kisruh ini sebelumnya berujung pada penyegelan Kantor Desa Tombolikat oleh para pemuda dan sejumlah tokoh masyarakat. Karena ternyata dana pemuda dan dana PKK desa digunakan oknum Kaur Keuangan dan Sekretaris Desa untuk keperluan pribadi.

Setelah difasilitas pihak Kecamatan Tutuyan, sebagai mana surat pernyataan yang ditandatangani Kaur Keuangan Rahma Sarundajang, Sekretaris Desa Nansi Apande, Kepala Desa M. Nur Alhaid, dengan mengetahui Camat Tutuyan Rita Kamumu, Kamis (17/2/2022), Terungkap, dana sebesar Rp 13,6 juta rupiah wajib dikembalikan Kaur Keuangan dan Sekdes.

Pada sejumlah media, Camat Kecamatan Tutuyan Rita Kamumu menjelaskan, persoalan tersebut sudah difasilitasi pihak kecamatan, dengan mengundang oknum yang terlibat dan disaksikan pihak kepolisian dan masyarakat untuk membuat pernyataan.

“Keduanya sudah membuat pernyataan bahwa akan mengembalikan uang pemuda dengan batas waktu sampai Rabu 23 Februari 2022, sampai tenggat waktu tidak bisa mengembalikan maka akan di proses lewat jalur hukum,” jelasnya.

Korupsi Bumdes dan Jalan Paving Blok

Tak sampai di situ, setelah tanggal jatuh tempo tidak menemukan titik terang, warga kembali mendesak pihak kepolisian agar menelusuri korupsi dana APBDes tersebut.

Pasalnya, selain penyimpangan dana pemuda dan dana PKK, juga telah terjadi korupsi pada Bumdes dengan anggaran Rp 74 juta. Diduga terjadi mark-up karena pengadaan barang di Bumdes tidak sesuai. Termasuk aset Bumdes hilang dan tanpa keuntungan.

Selain itu ada juga dugaan korupsi pengadaan jalan paving blok dengan anggaran ratusan juta. Proyek tersebut tidak sesuai RAP dan sengaja di mark-up.

Menurut warga, total dugaan korupsi dikisar ratusan juta rupiah tersebut sudah bisa menjadi pintu masuk bagi penyidik untuk mengungkap dugaan korupsi.

“Kami minta pihak kepolisian mengambil alih pemeriksaan kasus dugaan korupsi dana APBDes Desa Tombolikat, karena selain sudah lewat tanggal kesepakatan untuk pertanggungjawaban pihak aparat desa yang meminjam dana APBDes, diduga juga ada korupsi di pengadaan jalan paving blok, pengadaan materai, dana pemuda, dana PKK, dan Bumdes. Dari semua ini dugaan korupsi bisa mencapai ratusan juta rupiah,” ungkap sumber resmi, yang meminta namanya untuk tidak di publikasikan, Selasa (1/3/2022).

Sementara itu, Kepala Desa Tombolikat M Nur Alhaid saat di konfirmasi Manadopost.id, mengaku sedang berusaha menyelesaikan persoalan tersebut sampai ke tingkat pemerintah daerah.

“Saya sedang berusaha menyelamatkan persoalan ini, sampai di tingkat pemerintah kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Kan kemarin sudah ada surat pernyataan yang ditandatangani oleh Kaur keuangan dan Sekdes di kantor kecamatan. Nah saya juga sudah koordinasi dengan dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) terkait penyelesaian masalah ini,” tutur M Nur Alheid. (Buyung Potabuga/can)

  • Bagikan