Hasil Survei, Erick Thohir Menteri dengan Kinerja Paling Baik, Selisih 2 Persen dengan Prabowo

  • Bagikan
Erick Tohir. (Jawapos)

JAGOSATU.COM–Survei Indonesia Political Opinion (IPO) menempatkan nama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir masuk papan atas sebagai menteri dengan kinerja dan popularitas paling baik.

Direkrur IPO Dedi Kurnia Syah mengatakan, perolehan suara publik kepada Erick Thohir sebesar 79,2 persen, hanya terpaut selisih 2 persen dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Besarnya penilaian publik kepada Erick Thohir, kata Dedi tidak lepas dari kinerja dan popularitasnya dalam setiap kebijakan-kebijakan yang diambil selama menjadi Menteri BUMN.

“Asumsi opini lebih besar disebabkan karena popularitas aktivitas kementerian yang dipimpin Erick Tohir dalam beberapa waktu ini, mulai populer dengan kebijakan-kebijakan di BUMN,” kata Dedi Kurnia Syah saat dihubungi, Senin (28/2).

Menurut Dedi, Erick mampu menerjemahkan dengan baik berbagai kebijakan di BUMN yang rumit, sehingga masyarakat memahami. Selain itu, terobosan dan gagasan baru dari mantan Presiden Inter Milan itu membuat penilaian publik baik.

“Publik sebenarnya tidak terlalu memahami implementasi kebijakan, tetapi ketika seorang menteri terlihat aktif menyatakan gagasan, termasuk adanya perubahan-perubahan di kementerian yang dipimpin maka publik akan menilai baik,” katanya.

Dedi Kurnia menuturkan ada beberapa kebijakan Erick Thohir yang dinilai berhasil oleh publik, seperti melaporkan kasus korupsi di perusahan-perusahan BUMN, dan mempercayakan anak-anak muda untuk berkarier di Kementerian BUMN.

“Erick Tohir dianggap berhasil lakukan beberapa langkah yang membuat popularitasnya juga BUMN dipandang membaik,” jelasnya.

Lewat kebijakan-kebijakan tersebut, Dedi Kurnia Syah mengakui akan lahir rasa suka dari publik kepada Erick Thohir di saat kepercayaan masyarakat kepada beberapa Menteri turun drastis.

“Dengan kondisi itu, bukan tidak mungkin jika publik mulai menyukai keberadaan Erick Tohir dalam kabinet saat ini,” pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam survei tersebut IPO menggunakan metode multistage random sampling dengan melakukan wawancara melalui sambungan telepon kepada responden.

Total ada 1.220 responden yang dijadikan sebagai informan dalam survei tersebut. Jumlah itu didasarkan pada 196.420 populasi yang dimiliki IPO sejak periode survei 2019-2021. Pengukuran kesalahan (margin of error) dalam penelitian ini mencapai 2,9 persen dengan tingkat akurasi data 95 persen.(Jawapos)

  • Bagikan