Upah Penggali Liang Lahat Covid-19 di Bitung, Belum Dibayar

  • Bagikan
Proses pemakaman jenazah Covid-19 di TPU Pinokalan tahun 2021.(Istimewa)

JAGOSATU.COM – Petugas penggali liang lahat di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pinokalan Kota Bitung, mempertanyakan upah sebesar Rp40 juta.
Pasalnya, upah yang seharusnya diterima tahun 2021, hingga kini belum terbayarkan. Padahal menurut salah satu petugas penggali liang lahat, ia dan salah satu rekannya sudah menandatangani kwitansi pembayaran di Dinas Permukiman dan Kawasan Permukiman (Perkim) pada Desember 2021.
“Kami sudah tandatangan, tetapi hingga kini upah kami belum dibayar, kami minta kepastian soal ini,” kata salah satu petugas yang meminta identitasnya tidak disebut.
Dijelaskannya, untuk satu kali menggali lubang kubur untuk pemakaman jenazah Covid-19, mereka diupah sebesar Rp1 juta.
“Catatan kami ada 40 lubang yang kami gali dan total pembayarannya
sebesar Rp40 juta,” jelasnya.
Biasanya lanjut sumber, pengurusan administrasi di Dinas Perkim dan pembayarannya di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). “Awalnya pembayaran upah masih lancar. Ketika administrasi di Dinas Perkim sudah selesai, hanya tidak lama menunggu, dana dari BPBD sudah ada. Tetapi belakangan sampai Desember 2021 upah kami tidak dibayar. Padahal, kami sudah menanda tangani administrasi untuk pencairan,” pungkas sumber seraya meminta kepastian soal upah tersebut, dengan harapan segera terealisasi.
Sementara itu, Plt Kadis Perkim Kota Bitung Mex Mapahena saat dikonfirmasi menjelaskan, upah yang belum terbayarkan bukan hanya Rp40 juta melainkan Rp60 juta.
“Jadi masih ada Rp60 juta untuk upah bagi penggali kubur yang belum terbayarkan. Administrasinya memang di Dinas Perkim tetapi pencairannya di BPBD coba cek ke mereka kenapa belum terbayarkan,” jelasnya.
Terpisah, Plt Kepala BPBD Kota Bitung Fivy Kadeke saat dikonfirmasi menjelaskan, itu seharusnya tertata di masing-masing perangkat daerah sesuai tugas pokok dan fungsi (Tupoksi).
“Tetapi kita kurang tahu kronologisnya seperti apa, sampai masuk ke BPBD, sementara waktu kita masuk di BPBD sudah tidak ada anggaran penggali kubur sejak bulan Juli 2021,” jelasnya.(tr-01)

  • Bagikan