Bantah Pemerasan, Begini Penjelasan Kepala KPLP Bitung

  • Bagikan
Kepala KPLP Kelas II Bitung Sabar Maima Hasugian (tengah) saatemberi penjelasan.(Franky Sumaraw)

JAGOSATU.COM – Kepala Pangkalan Penjaga Lautan dan Pantai (KPLP) Kelas II Bitung Sabar Maima Hasugian, saat dikonfirmasi dengan tegas membantah tudingan pemerasan tersebut.
Ia menceritakan, saat kapal milik Ko Aseng justru selain tak sesuai dengan standar keselamatan, juga tidak mengantongi surat izin berlayar.
“Karena surat izin berlayar di kapal milik Ko Aseng itu sudah lewat dua hari, sehingga langsung diamankan dan dibawa ke pangkalan. Ketika digeledah, life jacket yang ada di kapal milik Ko Aseng juga tak sesuai standar, dimana harusnya 25 hanya ada 17 dan dari 17 itu hanya sekitar 6 yang kondisinya layak sesuai standar,” jelas Hasugian di kantornya, Senin (24/1).
Begitu juga lanjutnya, dengan adanya pelanggaran terkait buku pelaut dari dua ABK yang sudah tidak berlaku lagi.
Soal KTP yang dimintakan saat di dermaga tersebut dijelaskannya, memang diminta jajarannya untuk mendata apakah nama pemilik cocok dengan dokumen kapal.
“Setelah melihat KTP nama sebenarnya Ko Aseng adalah Muhammad Suwandi. Begitu juga dengan penggeledahan yang tidak mengizinkan Ko Aseng membawa handphone, alasannya sangat tidak masuk akal, karena kalau handphone miliknya ditahan, kenapa kemudian ia bisa membuat video di tempat itu,” jelasnya.
Lanjutnya, Ko Aseng juga sempat menghubunginya melalui sambungan telepon milik jajarannya Fadly dan memohon agar kapalnya dibebaskan.
Bahkan Ko Aseng sampai curhat masalah ekonominya yang saat ini terlilit hutang, sebab dari enam kapal miliknya hanya satu yang dapat beroperasi itu pun sudah digadaikan.
“Ko Aseng mengatakan kapalnya yang ditahan tersebut sudah ditawarkan ke orang-orang sejak empat bulan lalu namun hingga saat ini belum laku,” bebernya.
Mendengar hal tersebut, Hasugian pun mengaku ibah dan berjanji akan membebaskan kapal milik Ko Aseng tanpa biaya apapun hanya diberikan pembinaan saja.
“Jadi apa yang dituding Ko Aseng sangat tidak masuk akal, sebab ia dalam keadaan susah, terus diperas. Mana ada orang yang tak berperasaan seperti itu,” tegasnya.
Dirinya mengaku kecewa dengan fitnah yang dilontarkan Ko Aseng, padahal kapalnya dibebaskan karena rasa kemanusiaan.
Terkait langkah selanjutnya, Sabar mengaku masih menunggu instruksi dari pimpinan meski kasus ini sudah mencemari institusi dan pribadinya
“Kita tunggu saja instruksi selanjutnya, namun saya yakin 2×24 jam pasti sudah ada petunjuk dari pimpinan dan apapun itu kita siap tindak lanjuti,” tegasnya.
Meski begitu, Hasugian mengakui sebelum ada petunjuk dari pusat, pintu maaf selalu terbuka untuk Ko Aseng selama mau datang klarifikasi dan minta maaf untuk meluruskan opini yang sudah mencemarkan dirinya dan institusi.
“Kita tunggu saja yang pasti saya ingin jika Ko Aseng datang, maka harus disaksikan oleh seluruh rekan-rekan media,” kuncinya.
(tr-01)

  • Bagikan