Mahasiswa Teriak; Hentikan PETI Tobayagan

  • Bagikan

JAGOSATU.COM – Puluhan mahasiswa menggelar unjuk rasa di Kantor DPRD Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) Rabu, 10 November 2021. Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (AMPERA) menyerukan aksi penolakan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Bolsel khususnya di Hulu Tobayagan.


Aksi berlangsung sejak pukul 13.30 Wita dimulai di halaman kantor DPRD. Puluhan personil kepolisian dan satuan polisi pamong praja pun diturunkan mengamankan jalannya aksi tersebut. Setelah kurang lebih satu jam berorasi di depan kantor wakil rakyat, para mahasiswa kemudian disambut Anggota DPRD Zulkarnain Kamaru dan Fadly Tuliabu. Kendati sempat beradu argumentasi perihal protokol kesehatan, seluruh peserta aksi diajak masuk ke gedung DPRD duduk bersama menyampaikan aspirasi mereka.


Sanji Sinalaan, salah satu mahasiswa orator menyampaikan, selama perjalanan aksi penolakan PETI, pihaknya melihat ada bentuk represif yang dilakukan oleh para cukong tambang yang sebagian berasal dari warga Desa Tobayagan itu sendiri.
“Ini kemudian menciptakan konflik horisontal antara masyarakat yang pro dan kontra.”
“Pemukulan di lokasi PETI sudah tiga kali terjadi tapi tidak diindahkan. Tidak diadili oleh aparat penegak hukum. Oleh karena itu kita minta aktivitas PETI Tobayagan dihentikan untuk mencegah dampak dan korban lebih banyak,” tegas Sanji.


Lanjut Sanji, selain berdampak pada ekologi, aktivitas PETI juga telah dirasakan dampaknya oleh masyarakat sekitar.
“Ada lokasi yang ditinggalkan begitu saja oleh para pelaku PETI, tidak ada upaya reboisasi. Itu dampaknya ke pemukiman masyarakat seperti banjir, debit air berkurang dan air sungai menjadi keruh,” tegasnya lagi.

  • Bagikan