Kapolres Hentikan Semua Aktivitas Tambang

  • Bagikan

JAGOSATU.COM – Sembilan orang warga Dumoga Kabupaten Bolaang Mongondow nyaris jadi korban lagi. Mereka terperangkap longsor di bibir lubang galian emas milik Mr V di kawasan bernama Lembah Sunyi Desa Mopugad Kecamatan Dumoga Utara. Kejadiannya Senin (8/11) sekira Pukul 18.45 kemarin.


Lokasi Lembah Sunyi termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone. Kawasan Hutan Lindung yang tak bileh dijamah. Desakkan kebutuhan hidup membuat para pencari emas nekat menggali lubang hingga kedalaman 100 meter. Meski kasus serupa sudah berulangkali terjadi, para penambang tradisional itu tidak kapok.


Alam Bumi Totabuan sudah mendentangkan alarm tanda bahaya, tidak menyurutkan kenekatan warga. Untuk mengais rezeki dengan setumpuk risiko dan bahaya mengintai. Tiba-tiba saja mulut lubang galian longsor. Saat longsor, sejumlah warga yang melihat itu langsung mencari bantuan. Untung saja longsoran hanya menutup jalan masuk-keluar lubang, Tidak sampai menimbun para penambang tersebut. Sembilan penambang terperangkap di dalam lubang. Selama lima jam. Proses evakuasi akhirnya berjalan lancar, meski tampak dramatis. Alhamdulillah, Puji Tuhan, mereka selamat semua.


Kapolres Bolaang Mongondow AKBP Nova Surentu, mengaku begitu menerima laporan, langsung mengerahkan personel ke lokasi. Di bawah kendali Kabag Ops AKP Ali Tahir, Kapolsek Dumoga Utara Iptu I Ketut Wiyasa, anggota dan warga tim bergerak melakukan pertolongan. Sekira pukul 23:45 WITA, sembilan orang berhasil dikeluarkan dari lubang.


Kronologi kejadian, menurut Kiki Dasinangon (24), warga Dumoga Satu, yaitu pada pukul 18.45, dia memasang lampu penerangan di atas lubang galian. Saat lampu terpasang dia melihat ke kedalaman lubang sekira 10 meter terdapat tanda bekas longsoran lalu. Ia menarik tali yang biasa digunakan sebagai pegangan saat turun dan naik lubang. Tapi saat itu sudah tidak bisa ditarik karena terganjal. Hal yang sama dibenarkan rekannya Melki Songgigilan (24), warga Imandi. Melky tahu di dalam lubang sembilan temannya sedang bekerja, langsung memberitahukan kepada pemilik lubang, Mr V.


Salah satu yang selamat Amran Mangare (47), warga Dumoga Satu, Dumoga Timur, mengatakan pukul 18.30, ia mengantar tiga temannya turun ke dalam lubang di kedalaman sekira 80 meter untuk melakukan penambangan. Saat ia hendak keluar, ternyata mulut lubang sudah tertutup longsoran tanah dan bebatuan. Ia berupaya menarik tali pegangan untuk keluar namun sudah terganjal. Amran memutuskan berdiam diri sambil berdoa menunggu pertolongan.


Kapolsek Dumoga Utara Iptu I Ketut Wiyasa, menyebut saat dievakuasi kondisi sembilan penambang dalam keadaan baik dan sehat. Proses evakuasi berlangsung cukup lama dan dramatis. Sebab dilakukan secara manual dan penuh kehati-hatian. Menjaga agar tidak terjadi longsor susulan. Para evakuator terus melakukan komunikasi dengan para korban yang sedang terkurung melalui selang plastik yang dimasukan. Itu untuk memastikan bahwa para korban masih dalam keadaan hidup.


Penyebab terjadinya longsor ialaH kayu penahan bongkahan tanah dan bebatuan di atas lubang sudah lapuk sehingga patah. Pasca kejadian, Kapolres Bolmong AKBP Nova Surentu, langsung memerintahkan anggotanya untuk menutup lokasi tambang tersebut. Juga mengimbau warga untuk menghentikan semua aktivitas di lokasi. “Saya mengimbau kepada warga masyarakat untuk menghentikan semua aktivitas di lokasi penambangan emas ilegal tersebut. Apalagi itu termasuk kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone. Hal ini (larangan, red) sudah sesuai keputusan Rapat Koordinasi Forkopimda Bolmong dengan Instansi terkait beberapa waktu lalu,” tandas Surentu. (MPD)

  • Bagikan