Teroris JI Cari Dana Dengan Jual Kurma, Punya Kebun 4 Hektar

  • Bagikan
Ilustrasi - Densus 88 Antiteror Mabes Polri. (Foto: Ricardo/JPNN.com)

JAGOSATU.COM- Salah satu modus kelompok teroris JI atau Jemaah Islamiyah dalam mengumpulkan dana adalah dengan aktivitas jual kurma.

Hal ini terungkap setelah Densus 88 Antiteror menangkap seorang terduga teroris berinisial S di Lampung.

Keuntungan penjualan ini  dimasukkan ke pendapatan Lembaga Amil Zakat Baitul Maal Abdurrahman Bin Auf (LAZ BM ABA).

“Wakaf produktif kebun kurma seluas empat hektare di Lampung yang dikelola S hasil panen dimasukkan dalam hasil pendapatan ABA pusat,” ujar Kombes Aswin. 

Temuan Densus 88 juga mengungkap bahwa JI memiliki donatur tetap. Par donatur itu juga aktif mengirimkan proposal program tertentu kepada tokoh masyarakat.

Program-program yang turut dipromosikan di jaringan internet itu biasanya berupa donasi ke Palestina atau bencana alam.

Motif pengumpulan dana lainnya adalah melalui kotak sumbangan.

Kombes Aswin mengatakan, melalui lembaga LAZ BM ABA, JI menyebarkan sekitar 13 ribu kotak amal ke seluruh Indonesia.

Ada 19 ribu kaleng sumbangan bertajuk Gerakan Sehari Seribu ke seluruh Indonesia.

Dia menambahkan, LAZ BM ABA merupakan lembaga terdaftar secara resmi di Kemenkumham memiliki 13 kantor perwakilan di sejumlah kota besar.

Lembaga tersebut telah beroperasi sejak 2004 silam.

“Jumlah pengurus Yayasan Abdurhaman bin Auf yang merupakan anggota Jamaah Islamiah JI sekitar 81 orang,” kata Aswin.

Densus 88 menduga, dana-dana yang dikumpulkan oleh lembaga itu dimanfaatkan untuk mengirim anggota JI ke negara konflik demi melakukan agenda  yang diberi nama Jihad Global.(JPNN/GenPI)

  • Bagikan