Premannya Pukul Warga, Hanny Budiman Cuek

  • Bagikan
Hanny Budiman

JAGOSATU.COM – Meski sedang dalam perawatan akibat sakit, Hi Herson Mayulu SIP (H2M) tetap care (peduli) dengan perkembangan di Hulu Tobayagan yang sedang viral. Lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) itu ternyata masih beroperasi. ‘’Ternyata aktivitas PETI di Tobayangan tidak dihentikan sesuai instruksi Kapolda. Buktinya warga melakukan protes dan naik ke lokasi,’’ tulis H2M lewat pesan WhatsApp, tadi malam.


Berarti, kata Anggota Komisi V DPR RI itu Toko Dragon tetap beroperasi padahal belum mengantongi izin. Ini namanya cari gara-gara dan melanggar hukum,’’ tegas Om Oku. Politisi Senayan Dapil Sulut asal PDI Perjuangan, ini tampak geram dengan sikap keras kepala Hanny Budiman, pemilik Toko Dragon yang ia sebut sebagai pengelola PETI di Hulu Tobayagan.


‘’Ini harus diseriusi. Pertanda instruksi Kapolda tidak sampai ke Kapolres. Buktinya tidak ada tindakkan,’’ cetus H2M. Bupati Bolsel dua periode itu juga menyentil sepak terjang Glory Lamora. Yang mengaku sudah tidak menambang di Hulu Tobayagan. ‘’Iya, dia memang so nyanda batambang di situ. Depe alat berat pernah dibakar massa. Mungkin kandungan emasnya so kurang atau lahannya so menyempit, dia so pindah di daerah Dumagin,’’ jelas Om Oku.


Sedangkan sikap keras kepala Hanny Budiman dianggap Om Oku sebagai pembangkangan terhadap aturan. Sebab, hingga sekarang perusahaannya belum punya izin apapun, tapi tetap nekat melakukan ekplorasi. Dan yang tak kalah disorot adalah para preman bayaran yang berjaga di lokasi itu, sampai memukul penduduk Tobayagan yang naik ke lokasi PETI.
‘’Itu kriminal. Tindak pidana. Harus diusut polisi. Jangan dibiarkan. Tangkap dan adili pelakunya. Termasuk siapa yang menyuruh mereka. Jangan coba-coba bersikap acuh dan sok keras kepala. Sebelum masyarakat makin marah, saya sarankan, hentikkan penambangan di Hulu Tobayagan,’’ koar H2M.


Sementara Hanny Budiman yang dihubungi via WhatsApp, hingga berita ini terbit, tidak merespon. Meski aplikasinya online, tapi pemilik Toko Dragon dan Abdi Karya itu enggan menjawab beberapa pertanyaan koran ini. ‘’Demi keseimbangan berita sesuai etika jurnalistik, mohon Pak Hanny jawab beberapa pertanyaan yang sudah saya tulis.’’ Akan tetapi, Hanny Budiman sama sekali tidak menggubris. Ia tampak memandang remeh persoalan di Hulu Tobayagan. Padahal, aksi masyarakat Tobayagan di lokasi tambangnya sudah melukai Hin Podomi, yang dipukuli salah satu orang suruhan Hanny Budiman. (MPD)

  • Bagikan