Selamatkan Garuda Indonesia – Negara Bisa Beri Pinjaman Modal

  • Bagikan
Selamatkan Garuda Indonesia - Negara Bisa Beri Pinjaman Modal. Foto: JPNN

JAGOSATU.COM- Ketua Harian Serikat Karyawan Garuda Indonesia atau Sekarga Tomy Tampatty mengungkap soal permasalahan yang membuat flag carrier ini mendekati opsi pailit.

Menurutnya, dari aspek bisnis, ada dua permasalahan besar Garuda Indonesia.

Pertama, dampak dari pandemi covid-19. Kedua, dampak dari beban utang yang timbul karena kesalahan kelola di masa lalu.

Terkait dengan dampak pandemi Covid-19, Tomy mengatakan bahwa semua lini bisnis di dunia termasuk Indonesia terkena dampak.

“Oleh karena itu, sudah sewajarnya negara atau pemerintah sebagai pemilik 60,54% saham harus membantu memberikan pinjaman modal kerja,” kata Tomy, belum lama ini. 

Menurut Tomy, pinjaman modal kerja tersebut akan membuat kelangsungan kegiatan operasional berjalan dengan baik.

Akan tetapi, mulai dari sekarang, semua proses bisnis di dalamnya harus dikelola secara transparan atau good corporate governance.

Terkait dengan beban utang masa lalu, Tomy menyebut pemerintah, dalam hal ini menteri BUMN, harus ikut bertanggung jawab.

Sebab, yang mengangkat dewan direksi dan dewan komisaris, serta yang menyetujui perencanaan pengadaan pesawat dan mesin pesawat di masa lalu adalah pemerintah atau menteri BUMN masa lalu.

“Untuk kepentingan penyelesaian utang tersebut, negara atau pemerintah harus menyatakan menjamin semua utang itu, walaupun yang akan membayar atau menyicil nantinya tetap Garuda Indonesia dari hasil kegiatan operasional,” tambahnya.

Tomy menyebut pernyataan jaminan dari negara atau pemerintah ini sangat dibutuhkan demi kepentingan membangun kembali rasa kepercayaan kreditur, lessor, vendor dalam rangka melakukan restrukturisasi dan negoisasi.

“Terkait dengan adanya indikasi terjadi praktik korupsi, pemerintah harus meminta BPK untuk melakukan audit forensik terhadap semua proses pengadaan pesawat, mesin pesawat dan transaksi-transaksi lainnya di masa lalu dan juga di masa kini,” katanya.

Tomy mengatakan, Sekarga optimistis jika hal ini bisa terwujud, semua akan kembali normal.

(Genpi.co)

  • Bagikan