Kamaru Murka: Segera Hentikan…!!!

  • Bagikan

JAGOSATU.COM – Penggunaan alat berat oleh pelaku PETI di Hulu Tobayagan sudah sangat mengkhawatirkan. Perambahan pohon dan sistem pengelolaan limbah yang tidak sesuai standar pertambangan membuat kondisi kawasan itu semakin parah.


Kondisi ini membuat Kapolda Sulut, Irjen Pol. Drs. Nana Sudjanan. AS. M.M meminta anggotanya menghentikan semua aktivitas PETI di Sulut, terlebih khusus di wilayah Bolmong dan Bolsel. Instruksi itu diakui Kapolres Bolsel AKBP Yuli Kurnianto pertelepon saat dikonfirmasi, Jumat (29/10). Ia mengatakan sudah memerintahkan personilnya turun lapangan melakukan penghentian aktivitas PETI. “Kita diperintahkan Kapolda untuk melakukan penutupan. Kecuali yang memiliki izin silakan beroperasi,” ujarnya.


Jika Pemkab dan dinas terkait ingin turun bersama-sama melakukan razia di lokasi, pihaknya kata Kapolres akan mempersiapkan personil. “Jika sudah ada tim yang terbentuk, kita turun bersama dan melakukan penutupan seperti police line termasuk menyita alat berat yang mereka pakai di lokasi.” “Ini berkaitan dengan mata pencaharian. Takutnya kalau tidak turun bersama-sama dengan unsur pemda, dinas teknis dan lainnya, bakal menimbulkan reaksi masyarakat,” tegas Kapolres.

Apalagi warga sekitar tambang banyak yang sudah jadi kaki tangan para pemodal.Bupati Bolsel Iskandar Kamaru juga mengecam segala bentuk aktivitas tambang ilegal yang ada di Hulu Tobayagan. “Saya tidak pernah mendukung aktivitas tambang yang ada di Hulu Tobayagan. Tolong segera hentikan!” sembur Kamaru. “Persoalan izin itu bukan kewenangan Pemkab. Adapun rekomendasi yang dikeluarkan redaksinya hanya menyatakan kawasan itu adalah kawasan konsesi pertambangan, tidak berarti boleh menambang di sana tanpa izin,” tukasnya.


Kamaru berjanji dalam waktu dekat akan membentuk tim dan turun langsung melihat kondisi di kawasan PETI itu.
“Beberapa kali memang ada investor yang datang kepada saya untuk meminta dukungan agar bisa menambang di Tobayagan. Meski mereka mencatut nama tokoh-tokoh berpengaruh, tetap tidak pernah saya ladeni,” ujar Kamaru saat ditemui di rumah dinasnya, Kamis (28/10). (MPD)

  • Bagikan