Kinerja Perangkat Pertandingan Buruk

  • Bagikan
Meski dikerjai wasit, skuat SU tetap intens berlatih. SU akan menghadapi pertandingan kelima lawan Kalteng Putra pada Kamis 28 Oktober.

JAGOSATU.COM – Dengan Nomor Surat 04/S.Ket-SBP-MT/X/2021 Palangkaraya tertanggal 21 Oktober 2021, Sulut United melayangkan protes kepada PSSI di Jakarta. Intinya soal kinerja wasit Liga 2 Grup D di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Surat ditujukkan ke Ketum PSSI Mochammad Iriawan itu mula-mula mengapresiasi PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang telah menggulirkan lagi Liga 2 di tengah situasi pandemik.

Lalu menjelaskan tentang empat pertandingan yang sudah dijalani SU di fase Grup D. Meski secara umum dinilai lancer, beberapa poin dianggap masih minor. Surat yang diteken Manager M Ridho tersebut menyoroti kinerja wasit yang dianggap seringkali mengeluarkan keputusan yang merugikan Sulut United hingga memengaruhi hasil akhir pertandingan.

Contoh pertama, pertandingan Persiba Balikpapan vs Sulut United pada 15 Oktober di Stadion Tuah Pahoe, Palangkaraya. Perangkat Pertandingan antara lain, wasit Fibay Rahmatullah asal banten, Asisten Wasit 1 Fuad Rifki Al Rasyid asal Jawa tengah, Asisten Wasit 2 Dwi Fitri Aditya Meiyanto asal Jawa Timur dan Wasit Cadangan Heru Sugianto asal Jawa Timur. Dikisahkan pada menit ke-72 pemain SU dijatuhkan lewat kontak fisik untuk menghalau pergerakan Rifaldo Lestaluhu (nomor punggung 88), Kontak fisik di dalam kotak penalti yang dilakukan pemain belakang Persiba, itu tidak dianggap pelanggaran.


Poin kedua, laga Sulut United vs PSBS Biak Numfor pada 20 Oktober 2021. Perangkat pertandingan, Wasit Juandi Hidayatulloh asal DKI Jakarta, asisten wasit 1 Abdul Kadir asal Sulawesi Selatan, Asisten Wasit 2 Erys Nursansandy asal Kalimantan Timur dan Wasit Cadangan David son Sasube asal Sulawesi Utara. Kejadiannya, pada menit ke-85 terjadi gol yang dicetak Risman Ariyanto Maring (nomor punggung 19), namun tidak disahkan wasit. Maring dianggap berada dalam posisi offside. Jika dilihat kembali video pertandingan, sangat jelas posisi Maring berada di depan pemain terakhir PSBS Biak. Artinya on side, tidak offside.


‘’Menurut pendapat kami, kejadian-kejadian tersebut di atas menunjukkan kompetensi wasit kurang baik dalam memimpin pertandingan, sehingga keputusannya merugikan bagi tim yang bertanding, hingga memengaruhi hasil pertandingan,’’ tulis M Ridho. Apabila hal-hal tersebut masih berlangsung di pertandingan-pertandingan berikutnya, ia khawatirkan asas fairplay dalam suatu pertandingan sepakbola yang selalu didengungkan PSSI tidak akan tercapai. ‘’Juga memengaruhi kualitas pertandingan dan kompetisi secara keseluruhan. Kami mengharapkan agar PSSI dapat secara lebih jeli memilih perangkat pertandingan yang memiliki kualitas baik,’’ katanya.


Untuk itu PT LIB diharapkan melakukan pengawasan ketat serta pemberlakuan sanksi bagi aparat pertandingan yang tidak mampu memimpin secara baik. Demikian surat ini kami sampaikan, demi kemajuan sepakbola Indonesia serta peningkatan kualitas pertandingan serta kompetisi lIga Indonesia yang kita cintai bersama. Bersama surat ini kami sertakan bukti potongan video atas berapa keputusan sebagaimana dimaksud di atas. Salam Sepakbola! (MPD)

  • Bagikan