Prabowo-Anies tak Dominan

  • Bagikan
Dr Alfian Ratu SH MH

JAGOSATU.COM – Survei tiga lembaga yang hanya memosisikan Prabowo Subianto dan Anies Baswedan sebagai Calon Presiden disorot Dr Alfian Ratu. Apalagi SH MH. Pakar Hukum Tata Negara ini menilai ada kesan kultuisme yang dilakukan surveyor terhadap Ketua Umum DPP Gerinda itu dan Gubernur DKI Jakarta.


Ia melihat sejumlah figur kuat justru tidak masuk bursa dan terkesan ‘diabaikan’ Lembaga survei. Salah satu sosok yang dinilai terlupakan adalah Erick Tohir dan Sandiago Uno. ‘’Figur Erick memang tidak punya partai. Tapi, bukan berarti ditepikan. Begitu-pun Sandiago Uno. Seharusnya Lembaga survei sekelas mereka tahu keinginan publik. Tidak merujuk hanya kepada figur Prabowo dan Anies di Capres. Yang saya lihat justru dikonotasikan sebagai joker. Yang bisa dipasangkan dengan siapa saja. Saya kira situasi politik tidak seperti itu,’’ tegas jebolan S3 Universitas Padjadjaran, Bandung itu.


Meski ia tidak menampik nilai jual Menteri Pertahanan dan Gubernur DKI itu tinggi, akan tetapi menempatkan eks Panglima Kostrad dan eks Menteri Pendidikan tersebut sebagai dwi calon, yang bisa dipasangkan dengan siapa saja, Alfian Ratu tidak yakin. ‘’Meski kita di daerah, bukan berarti kita buta peta politik nasional. Saya memang advokad, tapi pergerakan politik nasional tetap intens diikuti,’’ katanya.


Prabowo misalnya, pada Pilpres 2019. Meski banyak yang menjagokan Prabowo, faktanya Joko Widodo masih perkasa. Mundur ke belakang lagi, pada Pilpres 2014, Jokowi yang menjabat Gubernur DKI Jakarta, kurang diperhitungkan ketimbang Prabowo. Faktanya, Prabowo yang berpasangan dengan Hatta Rajasa tidak berkutik melawan Jokowi-Jusuf Kalla.


Itulah sebabnya, figur non partai seperti Erick Tohir harus diperhitungkan. ‘’Sekarang mungkin Erick belum dihitung. Tapi, siapa bisa menebak dalam setahun ke depan?’’ tuturnya. Pengacara yang mengaku tetap kader Partai Golkar dan loyalis Airlangga Hartarto, melihat figure Menteri BUMN Erick Tohir bisa membuat kejutan. Begitu pun Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandi Uno.

Semenjak Erick sukses menjadi Ketua Panitia Asian Games dan kemudian diangkat Jokowi sebagai Menteri BUMN, Alfian melihat kiprah mantan pemilik Inter Milan itu kian hari makin diapresiasi publik. Selain ketokohannya yang kian kokoh, Erick juga dinilai memiliki amunisi kuat untuk bertarung di Pilpres. ‘’Saya punya pandangan subyektif seperti ini berdasarkan apa yang saya lihat di lapangan. Dalam konteks Sulut saja, ia tidak lagi yakin Prabowo masih diminati umumnya warga Nyiur Melambai, meski pun mantan menantu Presiden Soeharto itu memiliki darah Minahasa dari ibunya, yang bermarga Sigar, asal Langowan.


Meski masih juah, tiga Lembaga survei, Indo Barometer, Parameter Politik Indonesia dan Indostrategic menelorkan meyakini Prabowo dipastikan maju di Pilpres 2024. Mereka bahkan membuat simulasi soal calon pendamping Prabowo. Kata Ahmad Muzani, Sekjen Partai Gerindra, majunya Prabowo karena begitu masifnya permintaan rakyat. “Begitu besar harapan rakyat terhadap beliau. Dan pembangunan harus berlanjut. Selain itu cita-cita kita berpartai belum terwujud,” beber Muzani, Minggu (10/10).


Siapa saja yang disimulasikan sebagai cawapres Prabowo? Ketua DPR Puan Maharani, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, hingga Kepala BIN Budi Gunawan pernah muncul dalam simulasi cawapres untuk Prabowo. (MPD)

  • Bagikan