Antri Karena Kekurangan Alat Tulis

  • Bagikan

JAGOSATU.COM – Semua warga yang masuk Sulut melalui Bandara Internasional Sam Ratulangi, wajib mengikuti Rapid Antigen. “Tidak ada yang pengecualian. Semua penumpang yang baru tiba wajib mengikuti test Rapid Antigen sebelum keluar dari ruang kedatangan Bandara Internasional Sam Ratulangi,” teriak seorang petugas dengan menggunakan microphone.


Petugas tersebut melanjutkan, test Rapid Antigen ini dilakukan merupakan keputusan Pemerintah Provinsi Sulut. “Dengan adanya kebijakan ini, Sulut bisa menekan angka warga yang terpapar Covid 19. Sebab jika dalam pemeriksaan ada yang reaktif atau pun positif, sudah disiapkan ruang isolasi,” ujar seorang petugas Tenaga Kesehatan kepada Manado Post Digital.


Sejumlah penumpang memang sempat kaget. Termasuk para pimpinan sinode gereja-gereja di Sulut yang baru pulang mengikuti Sidang Sinode Am VIII SAG Sulutteng di Kabupaten Banggai Kepulauan Sulawesi Tengah (Sulteng). “Karena ini sudah menjadi ketentuan sebagai warga negara kami harus taat,” kata Ketus Umum Pucuk Pimpinan (PP) KGPM Gbl Francky Londa yang didampingi Sekretatis Umum PP/MG Gbl James Rumagit dan Bendahara Umum PP Pnt Victor Rompas.


Meski begitu ada juga penumpang yang mempertanyakan kebijakan ini. “Saya sudah mengikuti PCR di Balikpapan. Makanya saya bisa datang ke Manado,” ujar Nur Aisyah penumpang dari Balikpapan. Seorang ibu yang juga berasal dari Luwuk Sulteng mengatakan telah mengantongi surat dari Dinas Kesehatan Kabupaten Luwuk karena mereka telah mengikuti Rapid Antigen. Bahkan nama mereka sudah ada di aplikasi Pedulilindungi.


Dari pantauan Manado Post Digital semua penumpang bisa dilayani dengan baik karena terdapat sekira 15 tempat pemeriksaan yang disiapkan di ruang pengambilan bagasi atau pintu keluar ruangan kedatangan. Yang terjadi penumpukan ketika para penumpang hendak mengisi daftar berwarna kuning yang mencantumkan secara jelas nama, alamat, NIK, tempat tujuan, asal kedatangan, pesawat apa yang ditumpangi lengkap dengan nomor penerbangan. Serta harus menjawab dengan jujur jika sedang menderita sakit. “Penumpukkan terjadi karena alat tulis yang disediakan sangat terbatas, sementara untuk menulis membutuhkan waktu 3 sampai 5 menit. Seharusnya disiapkan alat tulis yang banyak dan meja. Supaya tidak terjadi penumpukan,” usul Pdt Maxi.(MPD)

  • Bagikan