BPBD Inventarisir Korban Banjir

  • Bagikan
Desa Noongan yang turut diterjang banjir bandang kiriman dari pegunungan Manimporok.

JAGOSATU.COM-MITRA- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) terus merampungkan pendataan korban yang terdampak banjir bandang Senin (20/9). Kepala Dinas Kominfo Mitra Budi Raranta kepada Manado Post Digital menjelaskan, ada dua kecamatan yang terkena dampak banjir bandang yakni Kecamatan Ratahan dan Kecamatan Ratahan Timur.
Raranta merinci di Kecamatan Ratahan yang terkena dampak adalah Kelurahan Lowu 2. Di kelurahan ini ada 6 kepala keluarga yang rumahnya rusak. Juga di Kelurahan Nataan ada 2 kepala keluarga yang terkena dampak bencana. Selain itu ada 1 bangunan gereja yang harus dibersihkan akibat lumpur.
Di Kecamatan Ratahan Timur ada 3 kelurahan yang terkena yakni Pangu 1 ada 22 kepala keluarga. Di Kelurahan Wioi 1 ada 3 kepala keluarga dan di Wioi 2 ada 6 kepala keluarga. Bangunan yang rusak 1 balai jaga, 1 jaringan air perpipaan dan 1 jembatan penghubung. “Untuk jembatan sudah bisa dilewati. Jadi akses jalan dari dan ke Minahasa Tenggara sudah terbuka. Meski begitu kita harus hati-hati,” imbau mantan Kabag Pembangunan Setdakab Mitra ini.
Sementara itu dari data yang dirilis BNPB yang ditandatangani Abdul Muhari, Ph.D. Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, menyebutkan banjir bandang membawa material kayu dan lumpur dari pegunungan Manimporok. Data sementara pada Senin sore (20/9) mencatat peristiwa ini mengakibatkan 33 unit rumah terdampak dan 3 bangunan hanyut di Kecamatan Ratahan, dengan rincian rumah warga 1 unit, kios 1 dan bengkel 1. Sedangkan di Ratahan Timur, banjir bandang berdampak pada rumah warga 17 unit dan balai 1.
Paska kejadian, petugas BPBD setempat segera melakukan upaya penanganan darurat dengan menyiagakan tim reaksi cepat, salah satunya evakuasi warga dan kaji cepat di lapangan. BPBD juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait dalam memastikan keselamatan warga yang terdampak di dua kecamatan tersebut. Selain itu, personel BPBD Kabupaten Minahasa Tenggara pun turut membantu penanganan darurat di wilayah terdampak.
Berdasarkan analisis InaRISK, Kabupaten Minahasa Tenggara termasuk wilayah dengan potensi banjir bandang dengan kategori sedang hingga tinggi. Sebanyak 10 kecamatan berada pada kategori tersebut, salah satunya Kecamatan Ratahan dan Ratahan Timur.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis peringatan dini waspada potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang di Wilayah Tomohon, Kotamobagu, Minahasa, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Timur, Bolaang Mongondow Selatan, Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe dan Kepulauan Talaud.
Memasuki husim hujan, masyarakat diharapkan dapat melakukan aksi dini, salah satunya saling berkoordinasi antara masyarakat yang berada di kawasan hulu dengan mereka yang berada di sisi hilir. Koordinasi dengan radio komunikasi dapat melibatkan organisasi masyarakat seperti RAPI atau Orari atau penggunaan telepon selular untuk menginformasikan kondisi hujan di kawasan hulu. Ini akan membantu warga yang berada di sekitar daerah aliran sungai untuk melakukan evakuasi sejak dini.
BNPB mengimbau pemerintah daerah untuk melakukan pelibatan berbagai organisasi dengan peran yang dimiliki untuk menginformasikan peringatan dini kepada masyarakat sehingga dampak korban jiwa dapat dihindari pada saat terjadi. (MPD)

  • Bagikan