1.000 Liter Captikus Hasilkan 350 Liter Wiski

  • Bagikan

JAGOSATU.COM—Minuman beralkohol (minol) wiski dari bahan Captikus sudah diproduksi.
Menarik perhatian, wiski yang diberi nama ‘Wangae’ ini mengambil bahan Captikus dari petani di Minahasa Selatan.
Menurut pengakuan General Manager PT Hakato Astra Industri Petrus Adam, pada tahap pertama sebanyak 7.000 liter Captikus hasil petani Desa Wanga, Minahasa Selatan dibeli.
“Kita memakai standar untuk Captikus yang dari petani, sekitar 35 persen,” sebutnya.
Dikatakan Adam, 90 persen kandungan wiski Wangae ini adalah Captikus. “Jadi memang produk Captikus yang dominan,” tambahnya, saat ditemui di ruang Wakil Ketua DPRD Sulut Billy Lombok, kemarin.
Di hadapan Lombok, Adam mengungkapkan, pihaknya menyerap produksi Captikus dari petani. Untuk saat ini, produksi petani Wanga masih mencukupi dalam produksi minol wiski.
“Tidak menutup kemungkinan akan ke desa lain. Tapi untuk sekarang, petani di Wanga masih menyanggupi permintaan kami,” ujarnya dalam pertemuan yang ikut dihadiri Hukum Tua Desa Wanga Frangky Pondaag itu.
Lebih jauh, dia membeber alasan mengapa mereka cukup banyak membutuhkan bahan baku Captikus. “Karena kalau 1.000 liter Captikus yang kita produksi, hasil akhirnya hingga menjadi wiski, hanya 350 liter. Kemana yang lainnya? Menjadi air,” sebutnya.
Produksi Wangae pun, kata Adam, sudah berstandar Eropa. “Kita menggunakan alat dan teknologi dari Eropa,” kuncinya.(MPD)

  • Bagikan